Longsor Hantam Sejumlah Titik Ruas Tapan–Batas Jambi, Badan Jalan Amblas hingga 150 Meter
Senin, 19 Okt 2026, 23:25 WIBPESISIR SELATAN- Longsor yang dipicu banjir bandang di Batang Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, merusak sejumlah titik di ruas jalan nasional TapanâBatas Jambi. Badan jalan amblas, bahu jalan tergerus, hingga material longsoran menutup sebagian badan jalan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan pascabencana tersebut pada Senin (19/10) untuk memastikan langkah penanganan infrastruktur dan mitigasi bencana berjalan terkoordinasi, di tengah curah hujan yang masih cukup tinggi.
Berdasarkan identifikasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, kerusakan akibat longsor terjadi baik pada lereng atas maupun lereng bawah, dan berdampak langsung pada kondisi badan jalan serta keselamatan pengguna jalan.
Badan Jalan Amblas di 3 Titik
Kerusakan paling parah terjadi pada badan jalan yang amblas:
- KM 219+100: Badan jalan amblas sepanjang 150 meter.
- KM 219+500: Badan jalan amblas.
- KM 231+850: Badan jalan amblas dengan risiko tinggi, sehingga memerlukan penanganan secara cermat.
Selain itu, bahu jalan di KM 227+500 tergerus aliran air.
Material Longsor Tutup Badan Jalan
Di sejumlah titik lain, material longsoran dari lereng atas menutup sebagian badan jalan nasional. Di antaranya:
- KM 228+000: Longsor sepanjang sekitar 200 meter.
- KM 228+450: Longsor sepanjang 150 meter.
- Beberapa titik lainnya hingga KM 233+000.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi jajaran teknis untuk menentukan prioritas penanganan sesuai tingkat risiko dan kebutuhan di lapangan.
Untuk penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan pembersihan material longsoran dengan dukungan 5 unit excavator, 2 unit wheel loader, 2 unit dump truck, dan 1 unit motor grader. Pemasangan rambu peringatan serta police line juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Setelah penanganan darurat, diperlukan penanganan permanen berupa pembangunan Retaining Wall Concrete (RWC) di KM 219+200 guna mendukung stabilitas lereng dan melindungi badan jalan. Penanganan permanen itu diperkirakan menelan biaya Rp17,5 miliar dan akan dilakukan melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Cek Hulu Sungai, Antisipasi Longsor Susulan
Selain kerusakan jalan, Menteri Dody juga menginstruksikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU untuk mengecek kondisi hulu Sungai Batang Tapan. Pengecekan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bendungan alam akibat material longsoran yang berpotensi menimbulkan banjir bandang apabila jebol.
"Saya sudah minta Pak Dirjen SDA untuk mengecek kondisi di hulu seperti apa. Karena curah hujan masih lumayan cukup tinggi, saya khawatir di atas itu masih ada bendungan-bendungan alam. Sebetulnya bisa pelan-pelan supaya tidak jebol, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Menteri Dody.
Meskipun Sungai Batang Tapan bukan kewenangan pemerintah pusat, Kementerian PU tetap mendorong langkah antisipasi bersama pemerintah daerah. Setelah kondisi hulu diketahui, penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk merancang penataan sungai.
"Kita akan pelan-pelan, bersama Pemprov Sumbar, untuk mendesain seperti apa Sungai Batang Tapan. Nanti saya akan diskusi juga dengan Pak Gubernur," ujar Menteri Dody.
"Sebenarnya yang saya lebih tekankan di sini adalah bagaimana agar ke depan, walaupun dengan kondisi curah hujan yang mungkin mirip-mirip seperti ini, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Kementerian PU terus berkomitmen dalam penanganan pascabencana, bukan hanya berkomitmen menangani, tetapi juga berkomitmen agar bencana yang sama tidak terulang lagi di masa mendatang," tandasnya.
- Pesisir Selatan
- Banjir dan Longsor
- Sumatra Barat
- Kementerian PU
- Bangun Infrastruktur
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
PU Kebut Perbaiki Alur Sungai Batang Baliang di Solok, Sudah 780 Meter Beres
-
Kementerian PU Kebut Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra
-
Jaga Konektivitas Trans Kalimantan, KemenPU Preservasi 2 Jembatan Panjang Sungai Kapuas
-
Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
-
Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Siap Dibuka Fungsional Saat Nataru, Progres Sudah 66,92 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.