Ngeri Banget, Getaran Banjir Lahar Semeru Hampir Empat Jam

Sabtu, 31 Okt 2026, 17:14 WIB

LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan getaran sebagai dampak banjir lahar hujan Gunung Semeru yang tercatat hampir empat jam pada Jumat (30/10) malam, tidak mengganggu aktivitas warga di lereng gunung itu.

"Aktivitas masyarakat lancar, namun pembangunan sabo dam Curah Kobokan terganggu akibat debit air meningkat," katanya saat dihubungi per telepon di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu.

Ket. Foto: Visual Gunung Semeru tertutup kabut yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Sabtu (31/10). — Sumber: ANTARA/HO-PVMBG

Pengamatan aktivitas Gunung Semeru selama 24 jam pada Jumat (30/10), tercatat terjadi satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 50 mm dan lama gempa 13.524 detik atau hampir empat jam, sehingga hujan deras mengguyur gunung tertinggi di Pulau Jawa itu menyebabkan terjadinya peningkatan debit air di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang airnya berhulu di Gunung Semeru.

"Petugas selalu memantau aktivitas Gunung Semeru. Ketika terekam getaran banjir lahar Semeru dengan intensitas curah hujan tinggi, maka informasi tersebut akan diteruskan kepada masyarakat dan diimbau untuk berhati-hati, terutama yang berada di sekitar bantaran sungai," katanya.

Selain getaran banjir, aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada periode sama juga terekam terjadinya 88 kali gempa letusan/erupsi, dua kali harmonik, delapan kali gempa guguran, empat kali gempa tektonik jauh, dan 10 kali gempa embusan.

Isnugroho menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

  • Erupsi Semeru

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.