Internet Cepat dan Murah Bakal Makin Mudah Diakses, Kemkomdigi Siapkan Langkah Baru untuk Rumah Tangga
Sabtu, 31 Okt 2026, 03:25 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto/HO Kemkomdigi
JAKARTA - Pemerintah menargetkan masyarakat dapat menikmati internet tetap berkecepatan 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memprioritaskan perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga dalam rangka menyiapkan infrastruktur yang terjangkau untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan digital masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan perluasan akses internet melalui jaringan fixed broadband menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menekan biaya layanan internet bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jaringan fiber optik perlu diperluas agar konektivitas berkecepatan tinggi tidak hanya tersedia di kawasan bisnis atau perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau rumah tangga.
“Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh keluarga,” kata Nezar.
Nezar menjelaskan pemerintah berupaya mewujudkan layanan internet dengan kecepatan 100 Mbps yang dapat dinikmati masyarakat dengan biaya sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu.
Skema tersebut didorong agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar karena satu koneksi internet dapat digunakan oleh seluruh anggota keluarga untuk berbagai kebutuhan.
“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.
Perluasan fixed broadband juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.
Ketersediaan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau dinilai penting untuk mendukung pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas, mulai dari kegiatan belajar, pekerjaan, pengembangan usaha, hingga akses terhadap berbagai layanan publik.
Nezar menegaskan penguatan infrastruktur konektivitas merupakan salah satu agenda utama pemerintah dalam menyiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi digital.
Selain memperluas jaringan fiber optik, pemerintah juga menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Kemkomdigi berupaya memastikan infrastruktur digital nasional semakin inklusif melalui perluasan jaringan fiber optik hingga rumah tangga dan peningkatan kualitas konektivitas seluler.
Dengan demikian, akses internet berkualitas dan terjangkau diharapkan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi keluarga Indonesia dalam ekonomi digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!