Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jawa Tengah Optimistis Target Produksi Padi Tercapai Seiring HujanR

1 Sabtu, 31 Okt 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Jawa Tengah Optimistis Target Produksi Padi Tercapai Seiring HujanR Gubernur Jawa Tengah Optimistis Target Produksi Padi Tercapai Seiring HujanR Doc: ANTARA
Ket. lustrasi - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat panen raya padi.

Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis produksi padi pada 2026 di wilayah tersebut mampu memenuhi target, seiring dengan hujan yang mulai turun di sejumlah daerah.

"Alhamdulillah kemarin sudah mulai hujan, semoga sampai Desember nanti kita mampu mencapai target," katanya, di Semarang, Sabtu (31/10).

Ia menjelaskan Jateng merupakan salah satu penumpu pangan nasional, dengan produktivitas padi di provinsi berjumlah penduduk hampir 38 juta jiwa tersebut mencapai sekitar 11,5 juta ton pada 2025.

Pada mulai Januari-September 2026, produktivitas padi sudah mencapai 8,5 juta ton, dan hingga akhir tahun ditargetkan bisa mencapai 10,5 juta ton.

Sebelum itu, Pemerintah Provinsi Jateng juga telah melakukan langkah antisipasi dan penanganan dampak kemarau terhadap lahan pertanian.

Antisipasi itu sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, mulai pemetaan daerah rawan, kesiapan infrastruktur seperti waduk dan embung, saluran irigasi tersier dan sekunder, hingga kolaborasi.

Di Jateng, tercatat ada 242.826 hektare sawah tadah hujan dengan intervensi melalui irigasi perpompaan dan 530.748 hektare sawah irigasi yang diintervensi dengan jaringan irigasi tersier.

Selain itu, asuransi gagal panen untuk lahan pertanian yang terkena puso dan lainnya juga sudah disiapkan untuk melindungi 10 ribu hektare lahan pertanian dengan risiko puso atau gagal panen.

"Asuransi gagal panen untuk mem-'backup', jadi jangan sampai nanti kena puso, kena banjir, dan gagal panen. Itu nanti akan membantu masyarakat kita, khususnya para petani agar tetap mempunyai modal dasar," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan beberapa daerah memang memiliki kearifan lokal terkait pertanian.

Ada daerah yang hanya memiliki dua kali musim tanam dengan diselingi komoditas pertanian lain seperti di wilayah Pantura, namun ada juga daerah dengan tiga kali musim tanam dan panen.

"Tapi semua petani itu sebenarnya tergantung pada air, kalau ada air mereka pasti akan menanam padi,” katanya.

Untuk mendorong produktivitas padi, Pemprov Jateng juga memiliki program Pilar Jateng yang menyediakan sistem pemetaan infrastruktur lahan, irigasi, dan alat mesin pertanian beserta kondisi.

Menurut dia, semua terlaporkan secara terkini sehingga perencanaan pembangunan pertanian bisa presisi atau tepat sasaran.

"Dari situ kita bisa tentukan intervensi atau bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Marukawa Jadi Mimpi Buruk P...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Luar Negeri
AS, Korea Selatan, dan Jepa...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.