Festival Nambo Bidik Panggung Nasional! Kendari Gandeng Komunitas untuk Perluas Promosi
Sabtu, 31 Okt 2026, 04:19 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: Antara foto
KENDARI - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggandeng komunitas lokal serta melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mempromosikan Festival Pantai Nambo agar dapat menembus Kalender Event Nasionali (KEN)
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari Hermawaty saat ditemui Jumat, menyatakan bahwa strategi penguatan promosi pariwisata daerah kini berfokus pada penyelenggaraan kegiatan berbasis pengalaman (experiential tourism), yang memadukan keindahan destinasi, olahraga, seni budaya, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kalau dari Dinas Pariwisata, tentu yang menjadi unggulan kita adalah bagaimana memperbanyak penyelenggaraan event. Pelaksanaannya kita hadirkan sport tourism, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta pentas seni budaya agar masyarakat umum dan generasi muda punya ruang menunjukkan kreativitas," ujarnya.
Menutur Hermawaty, pariwisata modern tidak hanya berorientasi pada pemandangan, tetapi bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman yang utuh. Mulai dari rasa aman, nyaman, kebersihan, hingga menikmati kuliner lokal serta berolahraga di tengah suasana destinasi wisata.
Untuk itu, pihaknya menyiapkan Festival Pantai Nambo sendiri yang berlangsung selama dua hari pada 7–8 November mendatang. Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, di antaranya panggung kreatif, pameran yang melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM dan kuliner lokal, serta enam cabang perlombaan untuk mendongkrak partisipasi masyarakat.
Lomba tersebut meliputi lomba lulo, tari kreasi, fashion kreatif, mosolori, musik (band dan akustik), serta lomba video promosi wisata dan ekonomi kreatif.
Pada hari kedua penyelenggaraan, festival ini akan berkolaborasi dengan Universitas Terbuka (UT) Kendari melalui ajang sport tourism bertajuk "UT Namborun" yang memasuki tahun kedua.
Hermawaty mengatakan kegiatan ini diproyeksikan menarik ribuan pelari dengan garis akhir di Pantai Nambo. Terdapat dua kategori jarak yang dilombakan dalam UT Namboran, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Peserta kategori 5 kilometer akan mengambil titik start dari jembatan kuning di wilayah Buku Toko langsung menuju Pantai Nambo melewati kawasan
pesisir.
Sementara peserta kategori 10 kilometer akan berputar terlebih dahulu melewati Jembatan Teluk Kendari sebelum menuju titik akhir yang sama di Pantai Nambo.
Selain menggandeng institusi pendidikan, Dinas Pariwisata Kota Kendari juga aktif merangkul komunitas-komunitas kreatif, seperti pegiat wisata Trip A, guna memperluas jangkauan promosi.
"Panitia sudah berkomunikasi dengan teman-teman komunitas. Kami bekerja sama dan memfasilitasi mereka agar bisa hadir dan turut menyemarakkan kegiatan ini," ujarnya.
Seluruh rangkaian promosi dan penyelenggaraan acara ini, lanjutnya, dikoordinasikan secara berkala dengan Kementerian Pariwisata. Pemerintah Kota Kendari berharap Festival Nambo dan berbagai kegiatan unggulan lainnya dapat masuk dalam KEN sehingga akses pariwisata Kota Kendari semakin terbuka luas.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi pariwisata, MICE, serta kota jasa yang terus bertumbuh dan mendukung kawasan pariwisata strategis nasional.
Dalam upaya memperkuat fondasi promosi daerah, Dinas Pariwisata juga memaksimalkan peran generasi muda melalui finalis Duta Wisata Anandonia Luale 2026. Sebanyak 10 pasang finalis terpilih telah melalui proses seleksi ketat dan mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari kebudayaan, pariwisata, peningkatan kapasitas bahasa Inggris, hingga penguatan mental bersama psikolog.
"Anak-anak muda ini kami libatkan dalam berbagai kegiatan kepariwisataan dan promosi daerah. Istilah Anandonia dan Luale merepresentasikan kebanggaan kita terhadap kebudayaan suku asli Tolaki. Ke depan, mereka diharapkan menjadi role model serta inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk cinta dan melestarikan budaya lokal," tambah Hermawaty.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!