PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

Selasa, 20 Okt 2026, 01:25 WIB

PARIS – Laga ini sebenarnya pantas menjadi partai final saat Paris Saint-Germain (PSG) dan Barcelona kembali berhadapan dalam duel bergengsi Liga Champions. Laga ini mempertemukan dua kekuatan lini serang paling menakutkan di Eropa.

Kedua tim sama-sama mengawali fase liga Liga Champions 2026-2027 dengan dua kemenangan, produktif di depan gawang, tetapi masih menyisakan celah di lini belakang. Ketika juara bertahan PSG menjamu Barcelona di Parc des Princes, Rabu (21/10) dini hari WIB, pertarungan strategi Luis Enrique dan Hansi Flick berpotensi menentukan arah persaingan di papan atas.

Ket. Foto: Bek PSG Illia Zabarnyi (kiri), berlatih bersama Desire Doue (kanan), di Campus Paris Saint-Germain di Poissy, Senin (19/10). — Sumber: AFP/FRANCK FIFE

PSG memiliki keuntungan bermain di kandang dan semangat usai menaklukkan Manchester City. Barcelona datang dengan kepercayaan diri lebih tinggi lewat rekor sempurna di seluruh kompetisi. Namun, statistik ofensif kedua tim sekaligus memperlihatkan situasi kontras. Kekuatan menyerang mereka luar biasa, tetapi pertahanan belum cukup solid untuk menjamin kemenangan dalam laga berintensitas tinggi.

Kemenangan 3-1 atas Strasbourg pada akhir pekan memperpanjang rentetan kemenangan PSG menjadi enam pertandingan di seluruh kompetisi. Sebelumnya, tim asuhan Enrique menghancurkan Manchester City dengan keunggulan 3-0 hanya dalam 30 menit pertama. Mereka akhirnya menang 4-2 setelah City membalas di babak kedua.

Performa tersebut memperlihatkan keunggulan PSG dalam membangun serangan cepat, mengalirkan bola secara progresif, dan meningkatkan intensitas tekanan sejak awal. Tanpa Khvicha Kvaratskhelia sekalipun, PSG mampu membongkar pertahanan City. Mereka mencetak tiga gol di babak pertama di Etihad Stadium, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan tim tamu dalam pertandingan Liga Champions di stadion tersebut.

Melawan Barcelona, pendekatan serupa dapat kembali menjadi pilihan Enrique. PSG berpeluang menekan sejak awal untuk memaksa tim tamu kehilangan bola di area berbahaya. Begitu penguasaan direbut, kecepatan pergerakan pemain depan dan dukungan dari lini kedua bisa dimanfaatkan untuk menyerang ruang di belakang garis pertahanan Barcelona.

Strategi tersebut relevan karena tim asuhan Flick cenderung bermain agresif dan berani menempatkan garis pertahanan tinggi. Keberanian itu membuat Barcelona mampu mendominasi wilayah permainan lawan, tetapi sekaligus membuka ruang yang dapat dieksploitasi melalui umpan vertikal dan transisi cepat.

Enrique juga perlu menjaga keseimbangan. PSG telah mencetak 19 gol dalam enam kemenangan terakhirnya, tetapi hanya mencatat satu nirbobol dalam 10 pertandingan musim ini. Mereka selalu kebobolan dalam empat laga terakhir. Jika terlalu banyak pemain terlibat dalam serangan dan kehilangan bola, Barcelona memiliki kualitas untuk membalas dengan cepat.

Barcelona datang dengan modal ofensif yang tidak kalah mengesankan. Mereka telah mencetak sembilan gol dalam dua pertandingan Liga Champions. Ini termasuk kemenangan 5-0 atas Feyenoord dan kebangkitan 4-1 atas Galatasaray setelah tertinggal lebih dahulu.

Ketajaman itu berlanjut di La Liga. Kemenangan 5-2 atas Real Betis membuat Barcelona mengoleksi 11 kemenangan dari 11 pertandingan di seluruh kompetisi, dengan total 48 gol. Mereka juga selalu mencetak sedikitnya dua gol dalam setiap kemenangan tersebut.

Bagi Flick, kunci pertandingan bukan sekadar mempertahankan produktivitas, melainkan memastikan tekanan Barcelona tidak berubah menjadi keuntungan bagi PSG. Jika lini tengah mampu mengontrol distribusi bola dan menghindari kehilangan penguasaan di area sentral, Barcelona berpeluang memaksa tuan rumah lebih banyak bertahan.

Rekor pertemuan terakhir memberi PSG keunggulan psikologis. Klub Prancis itu menang dua pertemuan terakhir. Ini termasuk kemenangan 2-1 di Camp Nou di fase liga musim 2025-2026. Barcelona pernah menang 3-2 di Paris di perempat final 2024, tetapi kemudian tersingkir setelah kalah 1-4 di leg kedua.

Kondisi Tim

Kedua pelatih juga menghadapi persoalan berbeda dalam menentukan susunan pemain. Enrique memiliki peluang mengembalikan sejumlah pemain inti yang diistirahatkan saat melawan Strasbourg. Mereka termasuk Vitinha, Fabian Ruiz, Achraf Hakimi, Nuno Mendes, Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Willian Pacho. Kapten Marquinhos juga berpeluang kembali setelah absen pada akhir pekan untuk mengelola beban pertandingan.

Barcelona menghadapi situasi yang lebih rumit. Andreas Christensen masih menepi akibat cedera paha. Juga Roony Bardghji mengalami cedera ligamen lutut. Kondisi Jules Kounde, Eric Garcia, dan Gerard Martin juga perlu dipantau usai mengalami masalah fisik ketika menghadapi Betis.

Perkiraan Formas

Paris Saint-Germain 4-3-3

Safonov

Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes

Ruiz, Vitinha, Neves

Doue, Dembele, Kvaratskhelia

Barcelona 4-2-3-1

J. Garcia

Kounde, Cubarsi, G. Martin, Cancelo

Pedri, Rodri

Yamal, Lopez, Gordon

Raphinha

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.