Tiga Kapal Tanker Tabrak Ranjau di Selat Hormuz, Benarkah Harga Minyak Terancam Naik?

Jumat, 30 Okt 2026, 00:14 WIB

TEHERAN - Tiga kapal tanker menghantam ranjau di Selat Hormuz meski Amerika Serikat mengeklaim bahwa jalur tersebut telah dibersihkan dari ranjau, kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Kamis.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan AS telah membersihkan ranjau-ranjau dari jalur pelayaran utama di Selat Hormuz, dan ribuan kapal telah melintasi perairan tersebut.

Ket. Foto: Sejumlah kapal niaga milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. — Sumber: Antara foto/Anadolu

"Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker yang melanggar batas menabrak ranjau dan terbakar selagi melintasi rute selatan Selat Hormuz, rute yang dilarang [oleh Iran]," demikian pernyataan kantor pers IRGC.

Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.

Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teharan, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan, namun tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling serang. Hingga saat ini, konflik AS-Iran belum terselesaikan.

Permusuhan AS-Iran telah menyebabkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti total. Selat ini merupakan jalur vital bagi pasokan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG). Akibatnya, harga bahan bakar di sebagian besar negara mengalami lonjakan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.