Surabaya Barat Bakal Punya Wisata Sawah Lengkap dengan Sepeda Air dan Kuliner

Jumat, 30 Okt 2026, 18:58 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan Taman Hutan Kota Jeruk di wilayah Kecamatan Lakarsantri menjadi tempat wisata di kawasan Surabaya barat dan juga menjadi penggerak ekonomi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (30/10), mengatakan tempat tersebut bukan hanya untuk sarana alternatif wisata tetapi lokasi ini juga sebagai motor penggerak perekonomian warga setempat.

Ket. Foto: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela meninjau Taman Hutan Kota Jeruk di wilayah Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. — Sumber: Antara

"Di taman hutan kota tersebut, nantinya akan dilengkapi kolam pancing, area bermain, hingga waduk yang diberi fasilitas sepeda air," kata dia.

Ia mengemukakan bagian dalamnya juga akan dilengkapi tempat usaha mikro kecil dan menengah yang menyajikan kuliner khas pedesaan di dekat area persawahan.

"Karena ini kan (suasana) modelnya di sawah. Jadi makanan khas Surabaya, entah bisa Rawon, atau Lodeh. Nah itu nanti kita tata bentuknya," tuturnya.

Ia mengatakan, di area persawahan itu juga dijadikan tempat edukasi pertanian untuk anak-anak supaya bisa merasakan pengalaman membajak sawah hingga menanam padi.

"Jadi memang ada spot-spot yang memang kita siapkan untuk itu. Semoga bisa jadi dalam waktu singkat," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya berkoordinasi Jaksa Pengacara Negara (JPN) soal pemanfaatan aset tersebut. Karena hasil dari pengembangan taman hutan kota ini tidak masuk ke Pemkot Surabaya akan tetapi langsung ke warga.

"Hasil yang masuk tidak masuk ke Pemerintah Kota, tapi kami langsung berikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan JPN. Karena kan sama saja, ketika masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) kami keluarkan lagi ke masyarakat, tapi ini kami ingin langsung ke masyarakat. Semoga bisa jalan ini," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, luas Taman Hutan Kota Jeruk ini mencapai 7,6 hektare. Sedangkan yang sudah dikelola dan dimanfaatkan sebagai taman dan area persawahan luasnya 4,3 hektar.

"Yang di bawah pengelolaan kita 4,3 hektar, total 7,6 hektar ini termasuk yang bozem-bozem ini yang nantinya akan dikelola bersama dan diperbaiki oleh DPRKPP (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan),” kata Nanik.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.