OJK Catat Lonjakan Akun, Jangan Berhenti di Angka
Jumat, 30 Okt 2026, 18:20 WIBJAKARTA â Perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan menjadi salah satu kunci untuk memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.
Namun, peningkatan akses tidak cukup hanya dengan memperluas jangkauan layanan perbankan dan lembaga keuangan, tetapi juga harus diikuti kemudahan, keterjangkauan biaya, serta perlindungan konsumen.
Tanpa upaya tersebut, inklusi keuangan berisiko hanya meningkatkan jumlah pengguna, tanpa benar-benar memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengakses sumber pembiayaan produktif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 mencatatkan capaian perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan dengan total pembukaan 27,73 juta rekening atau akun.
Jumlah tersebut terdiri atas 7,21 juta rekening perbankan, 2,07 juta rekening pasar modal, 5,38 juta polis asuransi, 2,07 juta rekening perusahaan pembiayaan, 4,63 juta rekening pegadaian, serta 5,87 juta akun fintech.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
Dengan begitu, langkah perluasan akses keuangan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan ketahanan keuangan keluarga.
âIndustri keuangan itu kuncinya cuma satu, kalau masyarakat percaya,â kata Dicky.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan industri jasa keuangan.
Oleh karena itu, OJK terus mendorong industri untuk menghadirkan produk dan layanan yang transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Berdasarkan catatan OJK, pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan tak hanya mencatatkan capaian perluasan akses melainkan juga literasi dan inklusi keuangan sebanyak 6.446 kegiatan yang menjangkau lebih dari 798 ribu peserta di seluruh Indonesia sepanjang Oktober 2026.
OJK menyampaikan, Bulan Inklusi Keuangan 2026 turut mengedepankan pemerataan akses keuangan dengan menjangkau masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta berbagai kelompok prioritas, antara lain perempuan, pelajar dan pemuda, pelaku UMKM, pekerja sektor informal, petani dan nelayan, penyandang disabilitas, serta masyarakat perdesaan.
Dicky juga menekankan pentingnya mengarahkan berbagai program literasi dan inklusi keuangan pada tujuan yang lebih luas, yaitu meningkatkan kesejahteraan keuangan keluarga.
Upaya tersebut sejalan dengan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta, 22 Oktober 2026.
Pembentukan DNKK diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara sehat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Adapun puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) diselenggarakan bersamaan dengan Financial Expo (FinExpo) 2026 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10).
FinExpo 2026 yang berlangsung dari 29 Oktober hingga 1 November 2026 itu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.
Kegiatan tersebut menghadirkan pameran produk dan layanan dari berbagai pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan pelaku UMKM, serta beragam kegiatan edukatif dan interaktif, antara lain gelar wicara, lokakarya, kompetisi, dan hiburan.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman menyampaikan bahwa kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.
âMelalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,â kata Darwisman.
- rekening bank
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IDI Ungkap 73 Persen Penderita Diabetes di Indonesia Belum Terdiagnosis
-
Upacara Kemerdekaan di IKN Khidmat, Ribuan Peserta Hadir Meriahkan HUT RI
-
Pipa 5,2 Km Meleleh Dihantam Kebakaran Arjuno, Pemkab Pasuruan Kucurkan BTT Darurat
-
Pameran Seni Canvas of Dreams Sebagai Wadah Karya Disabilitas
-
Diserbu Pelajar Masuk Kuliah, Disdukcapil Rejang Lebong Akhirnya Dapat Amunisi Ribuan KTP-el
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.