Neymar Dihukum Dua Laga karena Tutupi Mulut Saat Cekcok dengan Pemain Lawan
Jumat, 30 Okt 2026, 00:06 WIBSANTOS â Pemain Santos, Neymar, dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan tambahan setelah dinyatakan melanggar aturan yang melarang pemain menutupi mulut saat terlibat konfrontasi di lapangan. Keputusan tersebut diumumkan Pengadilan Tinggi Olahraga Brasil (STJD) pada hari Kamis (29/10).
Hukuman itu dijatuhkan menyusul insiden dalam pertandingan Liga Brasil antara Santos dan Bahia yang berakhir imbang 1-1 pada hari Sabtu. Neymar, 34 tahun, mendapat kartu merah setelah terlibat perselisihan dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor.
Dalam pemeriksaan disipliner, STJD menyatakan Neymar bersalah melanggar protokol yang dikenal sebagai aturan Vinicius Jr. Regulasi tersebut melarang pemain menutupi mulut ketika berkonfrontasi dengan lawan di lapangan.
Aturan itu menjadi sorotan setelah sejumlah insiden dugaan pelecehan rasial dalam sepak bola, ketika gerakan menutupi mulut mempersulit pembacaan gerak bibir dan penyelidikan atas perkataan pemain.
Laporan wasit juga menyebut Neymar sempat berlari ke arah bangku cadangan tim tamu setelah diusir keluar lapangan untuk kembali menghadapi lawannya. Rekan-rekan setimnya harus turun tangan guna meredakan situasi.
Akibat keputusan tersebut, Neymar dipastikan melewatkan tiga pertandingan Santos berikutnya. Ia sebelumnya sudah harus absen dalam laga melawan Palmeiras pada Rabu karena akumulasi tiga kartu kuning.
Dua pertandingan tambahan akan dijalani sebagai konsekuensi pelanggaran protokol saat berkonfrontasi dengan Nestor.
Meski demikian, Neymar dan Santos masih memiliki kesempatan mengajukan banding atas putusan terkait pelanggaran tersebut.
Sanksi ini menambah persoalan bagi Neymar yang berusaha menjaga kebugaran dan konsistensi penampilannya bersama Santos. Mantan kapten tim nasional Brasil itu diperkirakan baru dapat kembali bermain pada akhir November.
Insiden terbaru ini bukan kali pertama Neymar terseret dalam penerapan aturan disiplin baru di Liga Brasil. Tiga bulan sebelumnya, ia menjadi pemain pertama di kasta tertinggi sepak bola Brasil yang dikeluarkan sementara dari lapangan berdasarkan aturan percobaan untuk menekan praktik mengulur waktu oleh penjaga gawang.
Rangkaian kejadian tersebut membuat perjalanan Neymar bersama Santos kembali diwarnai kontroversi. Di tengah upaya membantu klub meraih hasil positif, absennya sang kapten selama tiga pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Berita Terkait:
-
Dukung Swasembada Pangan, Polda Kalsel Berhasil Panen 100 Ton Jagung
-
Kapolres Muaro Jambi Ajak Jemaat Gereja Jauhi Pelanggaran Hukum
-
Dedi Mulyadi: Pelaku Kerusuhan di Dago Bisa Dibina di Program Barak Militer
-
Wujud Kepedulian Sesama, BKKP Berikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Marcos Jr Desak Asean Aktifkan Pakta Berbagi BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.