Membangun Kepedulian Lingkungan dengan Gerakan Sangu Sampah ke Sekolah
Jumat, 30 Okt 2026, 23:36 WIBTrenggalek - Siswa-siswi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur antusias mengikuti program gerakan Sangu Sampah dengan mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah untuk dikonversi menjadi nilai ekonomi.
Salah satu sekolah yang cukup berhasil mengimplementasikan program ini adalah SDN 02 Bendorejo yang berlokasi di Kecamatan Pogalan, Trenggalek, sebagaimana terlihat dalam kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah plastik di sekolah mereka, Jumat.
Sejak berangkat dari rumah hingga tiba di sekolah mereka, para siswa tampak bersemangat memasuki kelas sambil menenteng tas-tas plastik berisi aneka sampah plastik dari lingkungan rumah mereka.
Ada pula yang sebagian diambil dari jalanan, sepanjang perjalanan mereka menuju sekolah.
Tak ada kesan beban apalagi rasa malu karena harus menenteng karung botol-botol bekas dan aneka sampah plastik dari rumah. Mereka justru tampak ceria.
Bahkan tak sedikit mengaku bangga, dan memamerkan bawaannya yang lebih banyak dibanding yang lain.
"Awalnya dulu ya sempat canggung. Tapi kini senang bisa mengumpulkan sampah dan dibawa ke sekolah," ucap salah satu siswa kelas V yang juga kader sedekah sampah di SDN 02 Bendorejo, Abilla Yuanita Trysamsudin.
Setelah terbiasa, kegiatan tersebut menjadi menyenangkan dan mendorongnya mengajak teman-teman lain untuk ikut memilah serta mengumpulkan sampah.
Selain membangun kepedulian lingkungan, kata dia, kegiatan tersebut juga mengajarkan siswa untuk saling bekerja sama. berbagi, dan bertanggung jawab.
Pihak sekolah berharap pembiasaan pengelolaan sampah dapat terus berlangsung sehingga kesadaran menjaga lingkungan tumbuh menjadi bagian dari karakter siswa sejak dini.
Program yang dijalankan sejak Januari 2026 tersebut melibatkan siswa, guru, wali murid, dan komite sekolah untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Melalui kegiatan itu, sekolah menanamkan karakter peduli lingkungan, tanggung jawab, serta pemahaman bahwa sampah masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik.
Dalam pelaksanaannya, siswa membawa sampah setiap Rabu dan Sabtu.
Sampah yang disetorkan didaftarkan melalui sistem barcode, kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis, ditimbang, dan dicatat melalui aplikasi TGX Waste Coin untuk dikonversi menjadi nilai ekonomi.
Kepala SDN 2 Bendorejo Infirul Azizah mengatakan, tujuan utama program tersebut bukan sekadar mengumpulkan sampah untuk memperoleh keuntungan ekonomi.
"Gerakan ini bertujuan membangun kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sejak usia dini," kata Azizah.
Menurut dia, keterlibatan orang tua dan komite sekolah menjadi bagian penting karena kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari rumah.
Sekolah juga memberikan pemahaman kepada wali murid agar mendukung pembiasaan tersebut sehingga siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pelaksanaan program itu, sampah yang terkumpul pada triwulan pertama mencapai hampir 500 kilogram. Sedangkan pada triwulan kedua sekitar 400 kilogram.
Hasil konversi sampah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan siswa di sekolah.
Program Sangu Sampah juga mulai mengubah kebiasaan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Mereka semakin terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya sehingga kondisi ruang kelas menjadi lebih bersih dan tertata dibandingkan sebelum program diterapkan," kata Azizah
- pengelolaan sampah
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bermodus Ban Kempes, Perampok Gasak Rp1,3 Miliar di Cikampek
-
Jadwal Peluncuran Gim GTA 6 versi PC, Diperkirakan Hadir Awal 2027
-
Cegah Antrean Panjang, Polisi Pantau Pasokan BBM di 25 SPBU Ponorogo
-
Barito Putera Bungkam De Red FC 2-0, Ini Kunci Kemenangannya
-
Riset ITB Ungkap 26.839 Orang Tewas di Jalan pada 2024, ABS Dinilai Bisa Tekan Kematian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.