Gunung Karangetang di Pulau Siau Mengalami Erupsi Kecil
Jumat, 30 Okt 2026, 21:56 WIBMANADO â Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat terjadi satu kali letusan eksplosif kecil dari kawah utara Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, pada periode pengamatan Jumat (30/10).
"Telah terjadi erupsi Gunung Karangetang pada tanggal 29 Oktober 2026 pukul 19:27 WITA, namun tinggi kolom abu tidak teramati," kata personel Pos PGA Karangetang, Vieko Kristianse Rompas, dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan Info Gunung Api Sitaro di Manado, Jumat (30/10).
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi sementara ini lebih kurang 1 menit 20 detik.
"Teramati erupsi eksplosif kecil dengan lontaran material pijar dengan tinggi lebih 200-300 meter dengan jarak lontaran 400-700 meter di sekitar puncak kawah utara," ujarnya.
Kemudian, diikuti dengan erupsi efusif berupa guguran lava pijar ke arah selatan lebih kurang 700 meter lalu berbelok ke arah barat daya dan barat lebih 300-400 meter.
Luncuran lava pijar ke arah barat daya dan barat menuju ke Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang) lebih kurang 700-1.000 meter.
Selanjutnya, lava yang mengalir ke arah barat laut mengalir ke Kali Malrbuhe, Kali Batukole, dan Kali Batuare sejauh 500-700 meter.
"Suara gemuruh dan dentuman dari kawah utara terdengar lemah hingga kuat," katanya menambahkan.
Pada periode pengamatan tersebut, terekam satu kali gempa letusan, 21 gempa guguran, 103 kali gempa embusan, 15 kali gempa tremor nonharmonik, 33 kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa hybrid/fase banyak, enam kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa terasa, serta lima kali gempa tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Karangetang saat ini Level II (Waspada) dengan rekomendasi, di antaranya masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 kilometer.
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Momen Penumpang Ryanair-Air Malta Nyaris Tersedot Keluar, Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Jendela Pesawat Pecah?
-
AI Bukan Pengganti Otak, Rektor UT Dorong Mahasiswa Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045
-
Bupati Solok Jon Firman Pandu Fokus Perkuat Legalitas dan Perlindungan UMKM.
-
Bekas Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Digarap 9 Penyidik
-
Pembentukan Tim Khusus Pemugaran Makam Pendiri Kota Tanjungpandan
-
Breaking News: Guguran Lava Gunung Karangetang Capai Jarak 1 Kilometer, Warga Diimbau Waspada
-
Jangan Hanya Fokus ke Miskin Ekstrem, Perhatikan Kelompok Rentan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.