- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump: Pertemuan Putin-Zel...
Trump: Pertemuan Putin-Zelenskyy akan Diatur Dalam Waktu Dekat
Kamis, 29 Okt 2026, 02:45 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (28/10) mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden Russia, Vladimir Putin, dan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, akan diatur dalam waktu dekat.
Pengumuman ini muncul di tengah upaya diplomatik yang ditingkatkan oleh pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang Russia-Ukraina, yang kini telah memasuki tahun kelima.
"Akan ada pertemuan yang diatur dalam waktu dekat dan menurut saya banyak kemajuan yang bisa dicapai," ujar Presiden Trump kepada para wartawan.
Sebelumnya pada Minggu (25/10), Zelenskyy mengatakan bahwa pertemuan trilateral antara Kyiv, Washington DC, dan Moskwa, akan berlangsung pada bulan November, dengan tujuan memulai kembali perundingan damai yang sempat terhenti.
Sedangkan Kremlin menyatakan bahwa pertemuan antara ketiga negara tersebut direncanakan akan berlangsung di Uni Emirat Arab pada bulan November.
Putin, yang memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022, secara konsisten menolak pembicaraan tatap muka dengan Zelenskyy dan menegaskan bahwa Moskwa berniat untuk menguasai sisa wilayah Ukraina bagian timur.
Trump saat mulai menjabat sebagai presiden pada Januari 2025 telah berjanji untuk mengakhiri perang dalam waktu 24 jam, namun lebih dari setahun perundingan yang dipimpin AS gagal menghasilkan terobosan, sementara puluhan ribu orang telah tewas.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump kembali mengalihkan fokus perhatiannya dari Ukraina ke Putin, dengan menggembar-gemborkan apa yang ia sebut sebagai kesepakatan bagi Russia untuk menjual bahan bakar solar dan menurunkan harga yang sempat melonjak akibat perang yang ia kobarkan dengan Iran.
Gencatan Senjata
Sementara itu dari Kyiv dilaporkan bahwa gencatan senjata terbatas di Ukraina selatan yang ditengahi oleh AS, diwartakan tetap bertahan selama dua hari berturut-turut, menurut pernyataan kedua belah pihak pada Rabu.
Hal ini memunculkan harapan bahwa pasokan makanan dan obat-obatan yang krusial dapat segera menjangkau penduduk yang terjebak.
Penduduk Kota Oleshky di wilayah di Ukraina selatan yang kini diduduki Russia, telah mengalami kekurangan makanan, air, dan obat-obatan selama berbulan-bulan karena terjebak di tengah pertempuran antara kedua belah pihak.
Beberapa dari sekitar 2.000 orang yang masih bertahan di sana terpaksa berburu dan memakan burung merpati, ungkap mantan penduduk yang masih menjalin komunikasi dengan warga di kota tersebut kepada AFP.
Ombudsman hak asasi manusia dari Russia maupun Ukraina pada Rabu menyatakan bahwa gencatan senjata yang mulai berlaku pada Selasa (27/10) pagi masih terus berjalan. "30 jam gencatan senjata di Oleshky telah berlalu tanpa satu pun insiden," ujar Dmytro Lubinets dari pihak Ukraina.
"Tidak ada insiden yang tercatat selama 30 jam gencatan senjata di Oleshky," ungkap Yana Lantratova dari pihak Russia dalam pernyataan yang senada.
Gencatan senjata yang direncanakan ini diumumkan oleh Ibu Negara AS, Melania Trump, setelah berbulan-bulan meningkatnya kekhawatiran internasional mengenai nasib penduduk di kota tersebut.
Belum jelas berapa banyak warga yang akan memilih untuk pergi, atau rute mana yang harus mereka tempuh karena melintasi garis depan yang ditandai oleh Sungai Dnipro, hampir mustahil dilakukan dan pejabat yang ditunjuk oleh Russia mengisyaratkan bahwa warga mungkin harus menempuh perjalanan melalui Crimea yang diduduki Russia.
Pejabat Russia menyatakan bahwa sebagian besar orang yang ingin melarikan diri telah melakukannya. Seorang pejabat senior Ukraina juga mengatakan kepada AFP bahwa banyak penduduk kota tersebut memilih untuk tetap tinggal, oleh karena itu operasi gencatan senjata ini dirancang untuk memungkinkan masuknya pasokan kemanusiaan ke dalam kota.
Kota Oleshky direbut oleh pasukan Russia pada awal invasi mereka tahun 2022.
Gencatan senjata singkat sebelumnya dalam perang ini memang sempat menurunkan intensitas serangan udara, namun diwarnai oleh tuduhan pelanggaran luas dari kedua belah pihak. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kekayaan Budaya Indonesia Jadi Modal Desainer Grafis Hasilkan Karya Berkarakter & Bersaing di Pasar Global
-
Pintu Siapkan Hadiah iPhone Duo dan Aset Crypto untuk Anggota VIP Private
-
PLN Batam secara Bertahap Pulihkan Gangguan Kelistrikan dengan Prioritas Objek Vital
-
Memperkuat Pencegahan Stunting Melalui Posyandu
-
Netflix Bakal PHK Besar-besaran, 1.000 Karyawan Kena Imbas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.