• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tak Sekadar Dibuang, Sampa...

Tak Sekadar Dibuang, Sampah Organik Rumah Tangga Bisa Diolah Jadi Pakan Ternak, Pupuk, hingga Biogas

Kamis, 29 Okt 2026, 00:03 WIB

Depok - Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengenalkan budi daya maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat FMIPA UI, Fadhillah, dalam keterangannya di Depok, Rabu (28/10), mengatakan sampah organik yang dihasilkan sehari-hari masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, antara lain sebagai kompos, pakan maggot, dan bahan baku biogas.

Ket. Foto: Tim Pengmas FMIPA UI ketika mengenalkan budidaya maggot untuk olah sampah organik rumah tangga. — Sumber: Antara

“Sampah organik yang dihasilkan sehari-hari sebenarnya masih bisa dimanfaatkan. Selain diolah menjadi kompos, sisa makanan juga dapat digunakan sebagai pakan maggot BSF, sementara melalui biodigester, sampah organik berpotensi menghasilkan biogas,” katanya.

Tim pengabdian kepada masyarakat FMIPA UI mengenalkan budi daya maggot kepada warga RW 17, Kelurahan Tugu, Kota Depok, Jawa Barat. Sebanyak 20 warga dari sejumlah RT, termasuk Ketua RW 17 drg. Novarita, mengikuti kegiatan tersebut.

Program itu memperkenalkan pemanfaatan maggot untuk mengolah sampah organik menjadi biomassa larva yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan ternak. Proses tersebut juga menghasilkan kasgot, yakni residu media pemeliharaan larva yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik setelah melalui pengolahan dan pematangan yang sesuai.

Guru Besar Departemen Biologi FMIPA UI Prof. Mufti Petala Patria mengatakan budi daya maggot BSF merupakan salah satu pendekatan pengolahan sampah organik dalam kerangka ekonomi sirkular.

Melalui pengelolaan yang tepat, larva BSF dapat mengonsumsi bahan organik yang sesuai dan mengubahnya menjadi biomassa. Biomassa tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, termasuk unggas, karena mengandung protein dan lemak.

Dengan demikian, budi daya maggot membuka peluang pemanfaatan sampah organik menjadi dua produk, yakni biomassa larva dan kasgot yang dapat mendukung kegiatan pertanian.

Selain budi daya maggot, warga juga diperkenalkan pada biodigester, teknologi yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen atau anaerob untuk menguraikan bahan organik dan menghasilkan biogas.

Dalam penerapannya, bahan organik yang telah dipilah dapat dicacah dan dicampurkan dengan bahan lain, seperti kotoran sapi, sesuai kebutuhan sistem. Biogas yang dihasilkan berpotensi menjadi sumber energi alternatif, sedangkan residu biodigester perlu dikelola sesuai karakteristiknya sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.

Melalui pengenalan berbagai metode tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami pilihan pengolahan sampah organik sesuai kondisi dan kebutuhan lingkungan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali limbah rumah tangga.

  • Universitas Indonesia

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.