Sikapi Geng Motor, Bakesbangpol Mataram Perkuat Patroli

Kamis, 29 Okt 2026, 15:46 WIB

MATARAM -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memperkuat kegiatan patroli dan memperketat langkah strategis guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Mataram, menyikapi insiden kekerasan yang diduga menjadi aksi geng motor pada awal pekan Ini.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram M Israk Tantawi Jauhari di Mataram, Kamis, mengatakan, langkah itu ditekankan menyusul hasil koordinasi lintas instansi yang telah dilakukan bersama jajaran Polresta Mataram, Pol PP, Dishub, serta instansi terkait lainnya yang memiliki akses dalam pengawasan dan patroli kota.

​"Hasil koordinasi lintas sektor kemarin, beberapa instansi yang punya akses anggota berpatroli se-Kota Mataram, akan aktifkan lagi," katanya.

Ket. Foto: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram M Israk Tantawi Jauhari. — Sumber: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Hal tersebut disampaikan menyikapi kondisi setelah insiden kekerasan yang diduga menjadi aksi geng motor pada Minggu (25/10) di empat lokasi dalam satu malam di Kota Mataram yakni di kawasan Punia, depan Lombok Epicentrum Mall, Ampenan, dan Udayana. Akibat kejadian itu seorang siswa SMP meninggal dunia.

Ia mengatakan evaluasi terhadap jam rawan patroli penting dilakukan karena meski kegiatan patroli selama iini rutin berjalan tapi Bakesbangpol menyoroti perlunya penyesuaian waktu dan antisipasi pada jam-jam rawan tertentu.

Berdasarkan evaluasi atas kejadian sebelumnya, aksi gangguan keamanan kerap terjadi pada waktu dini hari menjelang subuh, yakni sekitar pukul 04.00 Wita hingga 05.00 Wita.
​
"Walaupun patroli sudah aktif, tapi yang perlu kami evaluasi mungkin waktunya sebab momen-momen rawan terjadi dini hari hingga pagi menjelang waktu subuh. Seperti kejadian aksi geng motor terjadi sekitar pukul 04.00-05.00 Wita," katanya.

​Oleh karena itu, pola dan jadwal patroli bersama yang biasanya difokuskan pada tengah malam yakni pukul 23.00 Wita, 24.00 Wita, hingga 01.00 Wita, kini akan disesuaikan secara lebih komprehensif untuk mencegah potensi gangguan di waktu dini hari.

Israk mengatakan, selain mengandalkan patroli aparat penegak hukum dan instansi pemerintah, Bakesbangpol menegaskan kunci utama dari terjaganya Kamtibmas berada di tangan kesadaran masyarakat, khususnya peran aktif para orang tua di lingkungan keluarga.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada para orang tua, ayah, dan bunda di rumah untuk lebih peduli dalam mengawasi serta mengecek keberadaan dan aktivitas anak-anak mereka.

​"Kalau kami, satu sih kuncinya, peran warga masyarakat dan peran orang tua. Itu yang paling utama. Tolonglah para orang tua, ayah bunda yang ada di rumah, tolong dicek dan awasi ya anak-anaknya," katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.