Ekonomi Biru Dibidik untuk Ketahanan Pangan, Nelayan dan Generasi Muda Jadi Kunci

Kamis, 29 Okt 2026, 05:00 WIB

Jakarta - Penguatan ekonomi biru, pengembangan Lumbung Ikan Nasional, dan hilirisasi rumput laut dinilai berpotensi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ketua Gerakan Generasi Milenial Indonesia (GGMI) Batam M Ghoji Alghifari Lubis mengatakan pengembangan sektor kelautan dan perikanan dapat memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan. Karena itu, generasi muda perlu berperan melalui inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan potensi lokal.

Ket. Foto: Diskusi publik bertajuk "Menatap Masa Depan Ekonomi Biru dan Lumbung Ikan Nasional dalam Asta Cita" yang diselenggarakan Gerakan Generasi Milenial Indonesia (GGMI) Batam untuk mendukung penguatan sektor kelautan dan ketahanan pangan nasional di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (28/10). — Sumber: Antara

"Generasi milenial harus berperan aktif dalam mendukung program pembangunan pemerintahan melalui gagasan, inovasi, kewirausahaan, dan partisipasi masyarakat," kata Ghoji dalam diskusi publik bertajuk "Menatap Masa Depan Ekonomi Biru & Lumbung Ikan Nasional dalam Asta Cita" di Batam, Rabu (28/10).

Pengamat Universitas Batam Fendi Hidayat mengatakan Kepulauan Riau memiliki potensi strategis dalam pengembangan perikanan tangkap, budi daya laut, industri pengolahan, serta perdagangan dan konektivitas maritim.

Menurut dia, Lumbung Ikan Nasional membutuhkan sistem terintegrasi, mulai dari produksi dan pendaratan ikan hingga penyimpanan, pengolahan, serta distribusi antarpulau. Infrastruktur seperti pelabuhan perikanan dan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage) diperlukan untuk menjaga mutu hasil tangkapan dan meningkatkan nilai tambah produk.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau pada November 2025 mencatat produksi ikan di provinsi tersebut rata-rata sekitar 339 ribu ton per tahun, ditambah 39 ribu ton dari budi daya. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi perikanan nasional mencapai 19,89 juta ton hingga triwulan III 2026.

Fendi menekankan pengembangan sektor tersebut perlu melibatkan pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, nelayan, koperasi, dan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.

Pangan Biru

Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai rumput laut dapat menjadi bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan pangan di tengah keterbatasan lahan darat dan meningkatnya permintaan pangan.

"Blue food (pangan biru) menjadi bagian penting solusi pangan, termasuk rumput laut yang dapat dibudidaya tanpa menambah tekanan pada lahan darat," ujarnya dalam National Seaweed Forum 2026 di Jakarta, Selasa.

KKP mencatat produksi rumput laut Indonesia pada 2025 mencapai 11,6 juta ton, meningkat 18,27 persen, dengan rata-rata produksi 2020-2025 sekitar 9,86 juta ton per tahun. Pada tahun yang sama, ekspor rumput laut mencapai 242 ribu ton senilai 315 juta dolar AS. Namun, ekspor masih didominasi rumput laut kering sehingga peluang hilirisasi dinilai masih besar.

Indonesia memiliki sekitar 1.006 spesies rumput laut, tetapi baru enam spesies yang dibudidayakan masyarakat. Sebagian produksi telah diolah menjadi karagenan, agar, dan alginat, tetapi pengembangan produk bernilai tambah tinggi untuk industri pangan, kosmetik, dan sektor lainnya masih perlu diperluas.

Trenggono menyebut rumput laut menyumbang sekitar 42 persen dari total produksi perikanan, melibatkan lebih dari 200 ribu pembudidaya, serta menopang kehidupan lebih dari satu juta penduduk Indonesia.

Meski demikian, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi tantangan kualitas bibit dan budi daya, harga, akses pasar, logistik, pembiayaan, serta tata kelola lingkungan.

"Ini yang saya kira akan menjadi tugas Kementerian Kelautan Perikanan untuk diperbaiki," kata Trenggono.

Penguatan infrastruktur perikanan, pengolahan hasil laut, dan hilirisasi rumput laut diharapkan dapat memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.