BKSDA: Gunung Anak Krakatau Bukan Destinasi Wisata

Kamis, 29 Okt 2026, 17:43 WIB

JAKARTA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu dan Lampung mengingatkan masyarakat bahwa Gunung Anak Krakatau bukan destinasi wisata. Kawasan tersebut merupakan cagar alam yang pemanfaatannya dibatasi untuk kepentingan pendidikan, dan penelitian.

Seksi KSDA Wilayah III Lampung menjelaskan gugusan kawasan ini meliputi tiga pulau yaitu Pulau Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang.

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Kemenpar

"Gunung Anak Krakatau bukan tempat wisata, melainkan laboratorium alam yang harus kita jaga bersama. Aktivitas di kawasan ini dibatasi untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan," tulis Seksi KSDA Wilayah III Lampung melalui unggahan Instagram, Kamis (29/10).

Petugas juga mengingatkan kegiatan wisata, pendakian, snorkeling, hingga penangkapan ikan. Kegiatan tersebut dilarang karena kawasan tersebut berstatus cagar alam yang dilindungi.

Selain berstatus konservasi, Gunung Anak Krakatau masih aktif sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung. Hal tersebut dikarenakan akibat gas vulkanik dan letusan yang sulit diprediksi.

"Berwisata di lokasi ini merupakan kegiatan ilegal. Kawasan ini sangat dilindungi dan memiliki risiko tinggi karena aktivitas vulkaniknya masih berlangsung," tulis mereka.

Saat ini Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga dengan rekomendasi masyarakat menjauhi kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat aktivitas.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengimbau masyarakat mengikuti rekomendasi resmi, terutama setelah gunung tersebut mengalami tiga kali erupsi pada Rabu (28/10) malam.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan seluruh erupsi terekam seismograf, tetapi tidak terlihat secara visual. Erupsi pertama terjadi pukul 22.37 WIB dengan amplitudo maksimum 48 milimeter dan durasi 233 detik.

"Iya, tadi malam tercatat tiga kali erupsi," kata Suwarno.

Erupsi berikutnya terdeteksi pukul 22.42 WIB, sedangkan letusan terakhir terjadi pukul 23.29 WIB. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.