Rupiah Rentan Terkoreksi - 28 Oktober 2026

Rabu, 28 Okt 2026, 08:30 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali tertekan pada perdagangan tengah pekan akibat meningkatnya ketidak pastian geopolitik di Timur Tengah dan spekulasi arah ke bijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Kombinasi sentimen tersebut dapat mendorong investor beralih ke aset aman berbasis dollar AS, mening katkan tekanan arus modal keluar, dan mempersempit ru ang penguatan rupiah.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi melihat nilai tukar rupiah masih dibayangi tekanan imbas tingginya harga mi nyak dunia, yang mendorong pemerintah untuk terus ber upaya mengamankan pasokan energi dalam negeri.

Pada saat bersamaan, pasar menantikan sinyal suku bunga The Fed.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terha dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (28/10), bergerak fluktuatif namun rentan melemah di kisaran 18.150 - 18.200 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada pe nutupan perdagangan Selasa (27/10), melemah 21 poin atau 0,12 persen dari sehari sebelumnya menjadi 18.156 rupiah per dollar AS.

“Rupiah hari ini melemah, dipengaruhi oleh do mestik tekanan di pasar saham dan obligasi, dan peningkatan konversi simpanan ke valas di perbankan,” ujar Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova di Jakarta.

  • Penurunan rupiah

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.