Pertamina Lubricants Perkuat Daya Saing Pelumas ke Pasar Global Lewat Otomatisasi Produksi
Rabu, 28 Okt 2026, 23:45 WIBJAKARTA- Persaingan industri pelumas global mendorong produsen meningkatkan efisiensi, konsistensi mutu, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar lintas negara. PT Pertamina Lubricants misalnya, memperkuat daya saing melalui modernisasi teknologi produksi dan pengembangan produk berbasis riset di Production Unit Jakarta (PUJ), fasilitas manufaktur pelumas terintegrasi yang diklaim terbesar di Asia Tenggara.
Pabrik yang berlokasi di Jalan Jampea No 2227 Koja, Jakarta Utara tersebut menjadi salah satu fasilitas strategis Pertamina Lubricants dalam memenuhi kebutuhan pelumas domestik sekaligus menopang ekspansi ekspor. Berdiri sejak 1957, PUJ memiliki luas lebih dari 12 hektare dan mengintegrasikan fasilitas produksi pelumas, gemuk atau grease, serta viscosity modifier yang digunakan untuk meningkatkan performa pelumas.
Manager Production Unit Jakarta, PT Pertamina Lubricants, Dody Arief Aditya kepada wartawan dalam acara Media Visit ke PUJ, Rabu (28/10) mengatakan penguatan teknologi produksi menjadi penting di tengah perkembangan mesin kendaraan dan peralatan industri yang membutuhkan pelumas dengan spesifikasi semakin beragam. "Kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, seperti base oil dan aditif, tetapi juga ketepatan formulasi serta konsistensi proses pencampuran atau blending," jelas Dody.
Pertamina Lubricants katanya mengandalkan teknologi otomasi untuk meningkatkan akurasi pencampuran bahan baku dan menjaga kesesuaian produk dengan spesifikasi yang ditetapkan. Akurasi tersebut didukung penelitian dan pengembangan (R&D) melalui Lubricants Technology Center (LTC) yang turut berkontribusi dalam pengembangan formulasi yang mengikuti kebutuhan teknologi otomotif dan industri.
Dari sisi kapasitas, PUJ paparnya memiliki kemampuan produksi pelumas mencapai 270 juta liter per tahun. Fasilitas itu juga dilengkapi Grease Plant berkapasitas 8.000 metrik ton per tahun serta Viscosity Modifier Plant dengan kapasitas 14 juta liter per tahun.
"Skala produksi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk melayani beragam kebutuhan, mulai dari pelumas kendaraan penumpang dan kendaraan komersial hingga produk untuk aplikasi industri," ungkap Dody. Kapasitas produksi PUJ itu diklaim mampu memenuhi kebutuhan pelumas untuk lebih dari 67,5 juta mobil.
Pengendalian Mutu
Lebih lanjut Dody mengatakan salah satu teknologi yang diterapkan adalah In-Line Blending (ILB), yakni proses pencampuran bahan pelumas secara kontinu di dalam jalur pipa. Sistem tersebut memungkinkan produksi dalam skala besar dengan pengendalian formulasi secara terukur.
PUJ juga menggunakan Simultaneous Metered Blending (SMB), teknologi pencampuran terkontrol secara otomatis untuk memproduksi pelumas dengan kandungan logam rendah. Sementara itu, Automatic Batch Blender digunakan untuk memproduksi berbagai jenis pelumas dalam jumlah tertentu, termasuk produk dengan permintaan lebih terbatas, dengan kapasitas 30 ton per batch.
Sedangkan, untuk mendukung proses pemindahan produk, fasilitas tersebut dilengkapi Automatic Piggable Manifold. Sistem perpipaan dan katup otomatis ini mengatur aliran produk dari tangki menuju mesin pengisian, sekaligus mendukung pembersihan jalur produksi guna menjaga keandalan proses.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Analyst PCO & Specialties Pertamina Lubricants, Mulianto mengatakan penerapan teknologi menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan potensi ketidaksesuaian produk. Dalam industri pelumas, konsistensi mutu merupakan faktor penting karena karakteristik pelumas harus sesuai dengan kebutuhan mesin dan persyaratan teknis yang ditetapkan produsen peralatan.
PUJ juga memiliki sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan, serta ISO/IEC 17025:2017 terkait kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.
Berdasarkan spesifikasi produk terang Mulianto, pelumas Pertamina mengacu pada standar American Petroleum Institute (API), termasuk API-SN untuk oli mesin kendaraan penumpang dan API-CJ untuk oli mesin diesel komersial. Perusahaan juga menyebut adanya pengakuan dari sejumlah produsen kendaraan atau original equipment manufacturers (OEM), antara lain Toyota, Daihatsu, dan Mercedes-Benz.
Ekspansi Pasar Ekspor
Selain memperkuat pasar dalam negeri, kapasitas produksi PUJ tambah Dody juga menopang distribusi pelumas ke berbagai negara. Hingga saat ini, perusahaan telah mengekspor ke 17 negara tujuan ekspor, meliputi sejumlah pasar Asia, Australia, Timur Tengah, hingga Afrika. Negara tujuan tersebut antara lain Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Australia, Malaysia, Singapura, Yaman, Tanzania, Afrika Selatan, dan Nigeria.
Jangkauan pasar tersebut memperlihatkan peluang bagi industri pelumas nasional untuk memperluas penetrasi di pasar internasional. Namun, ekspansi tidak cukup hanya mengandalkan kapasitas produksi. "Perusahaan juga perlu menjaga daya saing harga, konsistensi mutu, keandalan pasokan, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan teknis dan regulasi di setiap negara tujuan," kata Dody.
Pertamina Lubricants sendiri mengoperasikan tiga unit produksi di Jakarta, Gresik, dan Cilacap, serta satu unit produksi di Thailand. Secara keseluruhan, perusahaan menyatakan memiliki kapasitas produksi lebih dari 535 juta liter per tahun dan telah memperluas pasar ke berbagai negara.
Sebagai anak usaha Pertamina Patra Niaga, Pertamina Lubricants bergerak dalam produksi, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, penyaluran, dan pemasaran pelumas, grease, serta bahan kimia khusus atau specialty chemicals.
Pengembangan fasilitas produksi dan teknologi menjadi salah satu modal perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar pelumas. Ke depan, kemampuan menggabungkan skala produksi, inovasi formulasi, pengendalian mutu, dan efisiensi operasional akan menentukan kapasitas produk pelumas nasional bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
- Produk Lokal Tembus Pasar Global
- pelumas premium
- Pelumasan Sintetis
- Pertamina Lubricants (PTPL)
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Dari Enduro Home Service dan Belajar dari Tim Balap Dunia, Pertamina Lubricants Fasilitasi Muhammad Rochmani Wujudkan Cita-Cita Punya Bengkel
-
Rampung 100 Persen, LRT Kelapa Gading-Manggarai Sudah Terkoneksi Halte Transjakarta
-
Bikin Penasaran! Kenapa Kevin Diks Justru Minta Dimainkan Jadi Striker?
-
Optimalkan Aset Perkebunan, PTPN I Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan untuk Jagung
-
Tangsel Otozone Jadi Sarana Edukasi Memilih Kendaraan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.