Pascabanjir di Tapanuli Tengah, Kementerian PU Perkuat Tanggul Sungai
Rabu, 28 Okt 2026, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara mempercepat penanganan dampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, melalui perbaikan dan peninggian tanggul sungai, mobilisasi sarana pendukung, serta koordinasi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa Kementerian PU terus memperkuat upaya penanganan bencana hidrometeorologi melalui langkah tanggap darurat dan penyiapan penanganan jangka panjang guna mengurangi risiko banjir berulang.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10).
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu di perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara. Dampak banjir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Tukka, Kecamatan Badiri, dan Kecamatan Pandan.
Sebagai bagian dari upaya penanganan BBWS Sumatera II Medan telah mengerahkan 1 unit Excavator standar PC 200 untuk memperbaiki dan peninggian tanggul Sungai Tukka di Desa Hutanabolon serta Sungai Silaga-laga di Desa Sipange.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekerjaan tersebut bertujuan memperkuat fungsi tanggul dalam menahan aliran air sungai dan meningkatkan perlindungan kawasan di sekitarnya.
Penanganan juga menjadi perhatian pada sistem sungai dan tanggul yang melintasi Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, dan Kelurahan Sibuluan.
Pemeriksaan kondisi infrastruktur serta identifikasi titik-titik rawan limpasan diperlukan untuk menentukan prioritas penanganan sesuai kondisi teknis di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian PU juga berkoordinasi dengan Direktur Utama PDAM Tapanuli Tengah untuk mendukung distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Dalam upaya tersebut, Kementerian PU meminjamkan satu unit Mobil Tangki Air kepada PDAM agar dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan.
Selanjutnya, Kementerian PU terus mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur sumber daya air serta menentukan kebutuhan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
Langkah tersebut mencakup pemeriksaan kondisi tanggul dan alur sungai, identifikasi titik rawan limpasan, serta penyiapan penanganan darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Kementerian PU menekankan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting untuk memastikan penanganan berlangsung secara terpadu, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, perlindungan permukiman, dan pemulihan fungsi infrastruktur dasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!