Kongres Pemuda Sulsel 2026 Hasilkan Aspirasi dan Rumuskan Kebijakan
Rabu, 28 Okt 2026, 05:45 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
MAKASSAR - Kongres Pemuda Sulawesi Selatan (Sulsel) 2026 menjadi ruang bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi, merumuskan solusi atas persoalan publik, dan membangun kolaborasi langsung dengan pemerintah untuk mendorong perubahan kebijakan.
Giat yang diinisiasi BASAibu Wiki Sulawesi Selatan bersama sejumlah mitra itu dihadiri sebanyak 200 pemuda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan pemerintah dan DPRD berkumpul dalam Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 yang digelar pada 27–28 Oktober 2026 di Makassar.
Co-Director BASAibu Wiki Sulawesi Selatan Ita Ibnu di Makassar, Selasa (27/10), menyebut melalui Kongres Pemuda, partisipasi tidak berhenti pada forum diskusi atau penyampaian pendapat. Aspirasi pemuda dihimpun dan dikembangkan melalui Wikithon Partisipasi Publik, sebuah ruang kompetisi kreatif berbasis bahasa daerah dan platform digital untuk merumuskan gagasan serta solusi atas persoalan sosial.
"Gagasan tersebut kemudian dibahas bersama para pembuat kebijakan melalui dialog yang menghasilkan risalah kebijakan, sebagai pijakan bagi pelaksanaan aksi nyata bersama pemerintah," urainya.
Mengusung tema “Dari Aksi Menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan”, menegaskan pentingnya menempatkan pemuda bukan sekadar sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai pihak yang terlibat aktif dalam menentukan agenda dan arah kebijakan publik.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Sulawesi Selatan pada 2025 mencapai sekitar 9,56 juta jiwa. Sebanyak 2,42 juta jiwa atau 25,35 persen di antaranya berusia 16–30 tahun.
Besarnya proporsi pemuda ini, kata Ita, menjadi alasan penting untuk membuka ruang partisipasi yang memungkinkan aspirasi generasi muda masuk dalam proses pengambilan keputusan.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini kekuatan yang akan menentukan arah pembangunan Sulawesi Selatan. Karena itu pemuda harus punya ruang untuk ikut menentukan agenda, bukan hanya diundang hadir,” ujar Ita Ibnu.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang turut hadir berharap kongres melahirkan gagasan yang realistis, kolaboratif, dan dapat diwujudkan bersama.
Dia mendorong peserta untuk berani menyampaikan pendapat, menawarkan solusi, serta membangun kerja sama lintas sektor agar aspirasi dapat berubah menjadi aksi yang berdampak bagi masyarakat.
Pada Kongres Pemuda November 2025, tiga isu prioritas yang ditindaklanjuti sepanjang 2026 mencakup pendidikan, lingkungan, dan transformasi literasi digital. Melalui proses Wikithon, sebanyak 10.436 opini dari 10.210 pemuda berhasil dihimpun dan ditindaklanjuti menjadi tujuh aksi konkret berdasarkan risalah kebijakan.
Di bidang pendidikan, lahir Duta Damai tingkat sekolah dan gerakan teman sebaya untuk mencegah kekerasan serta perundungan. Pada bidang lingkungan, dikembangkan aksi berbasis komunitas untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Sementara itu, pada bidang literasi digital, dilakukan penguatan aplikasi Lontara+ agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas, disertai edukasi digital.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa partisipasi pemuda dapat melampaui penyampaian aspirasi apabila tersedia mekanisme yang menghubungkan gagasan dengan keputusan dan tindakan. Pemuda tidak hanya menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, tetapi juga terlibat dalam merumuskan solusi dan mendorong implementasinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!