- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Klaim Kesepakatan Da...
Trump Klaim Kesepakatan Dagang AS dengan Kanada Segera Tercapai
Selasa, 27 Okt 2026, 01:00 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Kanada akan segera tercapai, sembilan hari menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Namun, di tengah ketegangan akibat perang tarif dengan Washington, Ottawa terus mencari mitra ekonomi alternatif dengan mempererat hubungan dengan Uni Eropa (UE).
âKami akan menyelesaikannya dalam waktu dekat. Saat ini, mereka bersedia memberikan apa pun kepada kami,â kata Trump dalam rapat umum kampanye di Port Huron, Michigan, Minggu (25/10). Kota yang terletak di perbatasan AS-Kanada itu terdampak perang tarif yang dilancarkan pemerintah AS.
Dilansir dari AFP, Trump kembali membela tarif terhadap Kanada dan menuduh negara tetangganya tersebut telah merugikan AS selama bertahun-tahun.
Perundingan perdagangan kedua negara terhenti pada Agustus 2026. Setelah itu, Trump memberlakukan serangkaian tarif baru yang berdampak pada barang senilai sekitar 20 miliar dollar AS, mulai dari tongkat hoki hingga semen.
Kanada membalas dengan mengenakan tarif terhadap produk-produk AS dengan nilai setara. Trump kemudian merespons dengan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sejumlah barang tertentu.
Gedung Putih mencabut sebagian tarif tersebut pada Jumat (23/10), menyusul permintaan Senator Susan Collins dari Maine, negara bagian perbatasan yang terdampak besar oleh perang dagang. Kursi Collins menjadi salah satu sasaran Partai Demokrat dalam upaya mereka merebut kendali Senat dari Partai Republik pada pemilu mendatang.
Sejak memulai masa jabatan keduanya, Trump telah mengubah lanskap perdagangan global melalui pemberlakuan tarif luas terhadap negara-negara mitra maupun pesaing. Ia menilai negara-negara tersebut telah mengambil keuntungan dari AS dan beberapa kali mengaitkan ancaman tarif dengan kepentingan politik serta kebijakan luar negeri.
Kanada Pererat UE
Di tengah ketidakpastian hubungan dagang dengan Washington, Kanada berupaya memperluas kemitraan ekonomi dan strategis dengan negara lain. Para pemimpin Kanada dan UE dijadwalkan bertemu di Montreal dalam pertemuan puncak dua hari untuk membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan, kecerdasan buatan (AI), dan mineral penting.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya mengatakan bahwa âEropa dan Kanada lebih kuat bersama-samaâ. Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan kemungkinan Kanada menjadi negara pertama yang memperoleh status âanggota asosiasiâ dalam blok beranggotakan 27 negara tersebut.
Carney menilai UE sebagai mitra yang logis bagi Kanada dan menyebut negaranya sebagai ânegara non-Eropa yang paling Eropaâ.
Timothy Snyder, ketua bidang sejarah Eropa modern di Munk School of Global Affairs, Toronto, menilai pendekatan Kanada terhadap Eropa merupakan langkah taktis yang masuk akal untuk menghadapi ketidakpastian kebijakan AS.
âJika Anda bisa sewaktu-waktu terputus dari pasar Amerika secara sewenang-wenang, masuk akal untuk memiliki sebanyak mungkin alternatif,â kata Snyder.
âAnda mencari sesuatu yang lain, dan sesuatu yang lain itu adalah Eropa,â ujarnya. Menurut dia, apabila perang dagang AS mereda, Kanada akan berada dalam posisi yang lebih kuat karena memiliki mitra ekonomi yang lebih beragam.
UE juga berupaya membangun kemitraan yang dapat diandalkan di tengah persaingan global yang melibatkan AS dan Tiongkok. Blok tersebut telah membuka akses bagi Kanada ke dalam aliansi pengadaan pertahanan dan mengundang Carney serta pejabat Kanada menghadiri sejumlah pertemuan penting UE.
Tobias Cremer, anggota Parlemen Eropa asal Jerman yang mendukung penguatan hubungan kedua pihak, mengatakan tujuan berikutnya adalah âberalih dari saling menulis surat cinta menjadi komitmen nyataâ.
Rancangan deklarasi bersama yang dilihat AFP menunjukkan kemungkinan Kanada bergabung dengan program pertukaran mahasiswa Erasmus, program navigasi satelit Galileo, atau berpartisipasi dalam dewan keamanan Eropa yang diusulkan pimpinan UE. Namun, kerangka hukum untuk status âanggota asosiasiâ tersebut belum jelas karena perjanjian UE tidak mengatur kemungkinan itu secara khusus.
- Kebijakan Tarif
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Demi Keselamatan, KAI Cirebon Benahi 30 Km Jalur Rel
-
Jalan Nasional dan Provinsi di Kabupaten Solok Mulai Dibuka Pascabanjir Bandang.
-
Bea Cukai Perketat Pengawasan Barang dari Luar Negeri, Penumpang Pesawat Harus Siap
-
Pemkot Jakarta Timur Perbaiki Empat Titik Jalan Rawan Amblas
-
Kemnaker Perluas Sasaran Maganghub bagi Lulusan Pendidikan Profesi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.