Sultan HB X Dorong Pelatihan Kerja Berbasis Potensi Kelurahan untuk Perluas Peluang Kerja Anak Muda
Selasa, 27 Okt 2026, 17:25 WIBYogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong pengembangan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan potensi ekonomi kelurahan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda daerah tersebut.
"Pelatihan kerja berbasis potensi kelurahan dapat membekali keterampilan masyarakat memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha lokal, sehingga peluang ekonomi dapat tumbuh lebih luas di tingkat kelurahan," kata Sultan setelah Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Triwulan III Tahun 2026 di Yogyakarta, Selasa (27/10).
Gubernur mengatakan pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup berfokus pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga peningkatan kualitas dan produktivitas pekerjaan, penguatan lapangan kerja formal, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Produktivitas tenaga kerja DIY, lanjut dia, tumbuh rata-rata 5,52 persen sepanjang 2021â2025, dari sebesar Rp48,18 juta menjadi Rp59,74 juta per pekerja.
Namun, empat sektor usaha yang menyerap 66,51 persen pekerja, yakni perdagangan, pertanian, industri pengolahan, sedangkan akomodasi dan makan minum masih memiliki produktivitas di bawah rata-rata daerah.
Menurut dia, salah satu upaya menjawab tantangan tersebut adalah memperkuat kompetensi masyarakat melalui pelatihan sesuai kebutuhan dan potensi wilayah. Selain itu, peluang kerja dan usaha di kelurahan dikembangkan lebih beragam, tidak terbatas pada mata pencaharian yang selama ini telah dikenal masyarakat.
"Harapan saya, di setiap desa itu jangan hanya anaknya berasumsi saya akan menjadi petani atau nelayan. Kalau potensi pariwisatanya tinggi, butuh bisa bahasa asing, butuh objek yang memang baik untuk dirawat dan sebagainya," katanya.
Sri Sultan menyatakan pentingnya membuka kesempatan pelatihan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna.
Melalui pelatihan tersebut, lanjut Sultan, mereka diharapkan tidak hanya memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu merintis usaha dan menjadi penggerak kegiatan ekonomi di kelurahannya.
"Dengan training yang ada di Kabupaten Bantul ini, mereka punya kemampuan untuk menjadi pegawai atau kita dukung menjadi pionir-pionir bisnis yang ada di kelurahan," kata Sri Sultan.
Sri Sultan berharap ada kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memetakan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah, sehingga peluang kerja dan pengembangan usaha di kelurahan dapat dirancang secara lebih terarah.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus Hingga Awal Mei 2026
-
20 Negara Dorong Standar Keselamatan Kecerdasan Buatan
-
Tumpukan Sampah di Garut Mulai Diangkut ke TPA Pasirbajing
-
BPBD Kalsel Tunggu Rekomendasi BMKG untuk Perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla.
-
Jelang Musim Baru Liga Inggris, Iraola Peringatkan Liverpool soal Konsistensi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.