Mengapa Australia Menjadi Rumah bagi Ratusan Spesies Hewan Berkantung?
Selasa, 27 Okt 2026, 07:17 WIBBENUA Australia dikenal sebagai rumah bagi kanguru, koala, dan wombat. Benua ini menjadi habitat bagi ratusan spesies mamalia berkantung atau marsupial, yang memiliki cara berkembang biak berbeda dari kebanyakan mamalia lain. Keberadaan hewan-hewan tersebut menjadi salah satu ciri khas fauna Australia, sekaligus membuat benua ini menarik bagi para peneliti yang mempelajari evolusi mamalia.
Namun, kelimpahan marsupial di Australia bukan berarti kelompok hewan tersebut berasal dari benua itu. Sejarah evolusi mereka justru melibatkan perjalanan panjang yang melewati beberapa wilayah daratan, termasuk Amerika Selatan dan Antarktika, ketika kondisi geografis Bumi masih sangat berbeda dari sekarang.
Marsupial telah ada puluhan juta tahun sebelum mencapai Australia. Menurut Robin Beck, profesor biologi evolusi di University of Salford, Inggris, kelompok mamalia ini kemungkinan berkembang di belahan Bumi utara sebelum menyebar ke Amerika Selatan dan akhirnya tiba di Australia melalui Antarktika. âMarsupial sama sekali tidak berasal dari Australia. Mereka adalah pendatang,â kata Beck kepada Live Science.
Perjalanan evolusi tersebut menunjukkan bahwa persebaran hewan yang terlihat saat ini tidak selalu mencerminkan tempat asal leluhurnya. Australia memang menjadi pusat keanekaragaman marsupial modern, tetapi sejarah kelompok mamalia ini jauh lebih panjang dan melibatkan perubahan lingkungan serta hubungan geografis antarbenua selama jutaan tahun.
Berbeda dari Mamalia Berplasenta
Marsupial merupakan kelompok mamalia yang melahirkan anak ketika perkembangannya masih sangat awal. Setelah lahir, anak marsupial biasanya merangkak menuju puting induknya dan menyusu dalam waktu lama. Pada banyak spesies, proses tersebut berlangsung di dalam kantong pada tubuh induk.
Cara berkembang biak ini berbeda dari mamalia berplasenta, seperti manusia, anjing, dan paus, yang umumnya mengalami perkembangan janin lebih lama di dalam rahim dengan dukungan plasenta. Perbedaan tersebut memengaruhi tahapan awal pertumbuhan anak, meskipun kedua kelompok sama-sama menyusui keturunannya setelah lahir.
Kantong induk menjadi ciri yang paling dikenal pada sejumlah marsupial, meskipun bentuk dan perkembangannya berbeda-beda antargolongan. Tidak semua marsupial memiliki kantong dengan bentuk yang sama. Pada kelompok yang memiliki kantong, struktur tersebut membantu melindungi anak selama tahap pertumbuhan awal.
Anak marsupial yang baru lahir masih sangat kecil dan belum berkembang sempurna sehingga membutuhkan perlindungan serta asupan susu selama periode pertumbuhan berikutnya. Pada kanguru, misalnya, anak yang masih kecil akan melanjutkan perkembangannya di dalam kantong induk sebelum akhirnya mampu bergerak dan mencari makan sendiri.
Karakteristik reproduksi ini menjadi salah satu pembeda utama marsupial dari kelompok mamalia lainnya. Namun, keberadaan kantong saja tidak cukup menjelaskan mengapa marsupial kemudian berkembang sangat beragam di Australia. Untuk memahami hal tersebut, para ilmuwan perlu menelusuri catatan fosil dan perubahan geografis Bumi pada masa lampau.
Jejak Awalnya di Belahan Bumi Utara
Fosil tertua yang diketahui dari kerabat marsupial ditemukan di China dan berusia sekitar 120 juta tahun, berasal dari periode Kapur Awal. Temuan ini menunjukkan bahwa garis evolusi marsupial dan mamalia berplasenta telah berpisah sebelum masa tersebut.
Menurut Beck, leluhur marsupial kemungkinan berkembang di belahan Bumi utara, khususnya di wilayah Laurasia. Pada masa itu, Laurasia merupakan superbenua yang mencakup wilayah yang kini menjadi Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Lebih dari 70 spesies kerabat marsupial purba telah ditemukan di wilayah tersebut. Seluruh spesies yang diketahui itu kini telah punah. Fosil-fosil tersebut memberikan gambaran bahwa kelompok yang berkerabat dengan marsupial pernah memiliki persebaran luas jauh sebelum kanguru dan koala menjadi identik dengan Australia.
Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti mengapa kelompok tersebut berkembang di wilayah utara. Catatan fosil yang tersedia juga belum dapat menjelaskan setiap tahapan perubahan dari marsupial purba menuju kelompok yang hidup sekarang.
Meski demikian, temuan di China dan wilayah Laurasia memperlihatkan bahwa sejarah marsupial tidak bermula di Australia, seperti yang mungkin dibayangkan dari persebaran kanguru dan koala pada masa sekarang. Untuk menemukan jalur yang membawa mereka ke Australia, peneliti harus melihat perkembangan kelompok ini di benua lain.
Dari Amerika Selatan Menuju Antarktika
Sekitar 66 juta tahun lalu, ketika dinosaurus nonunggas mengalami kepunahan massal, marsupial dan kerabatnya telah mencapai Amerika Selatan. Peristiwa kepunahan tersebut mengubah ekosistem di berbagai belahan Bumi dan membuka jalan bagi perubahan besar dalam komunitas mamalia.
Pada masa itu, Amerika Utara dan Amerika Selatan belum terhubung seperti sekarang. Meski demikian, jarak di antara keduanya cukup dekat sehingga kemungkinan adanya jalur darat atau rangkaian pulau memungkinkan perpindahan berbagai kelompok hewan.
Di Amerika Selatan, marsupial mengalami diversifikasi dalam rentang sekitar dua hingga tiga juta tahun setelah kedatangannya. Mereka berkembang menjadi beragam bentuk dengan ukuran, habitat, dan pola makan yang berbeda. Perkembangan tersebut menunjukkan kemampuan kelompok ini beradaptasi dengan berbagai sumber makanan dan kondisi lingkungan.
Sebagian di antaranya menjadi pemangsa seukuran beruang atau musang, bahkan ada yang mengembangkan gigi taring menyerupai pedang. Kelompok lain beradaptasi untuk memakan buah dan biji-bijian. âYang terjadi di Amerika Selatan adalah mereka berevolusi untuk mengisi relung ekologis yang di benua utara ditempati mamalia berplasenta,â ujar Beck.
Relung ekologis merupakan peran suatu organisme dalam ekosistem, termasuk sumber makanan yang dimanfaatkan dan cara hidupnya. Ketika suatu kelompok hewan dapat memanfaatkan sumber makanan atau habitat yang berbeda, kelompok tersebut berpeluang berkembang menjadi berbagai spesies dengan karakteristik khusus.
Sebagian besar marsupial purba Amerika Selatan kemudian punah. Namun, benua tersebut masih menjadi salah satu pusat keanekaragaman marsupial hingga kini. Kawasan ini memiliki lebih dari 100 spesies oposum, tujuh spesies oposum celurut, serta monito del monte (Dromiciops gliroides), mamalia kecil yang namanya dalam bahasa Spanyol berarti âmonyet kecil dari gunungâ.
Dalam satu juta tahun terakhir, salah satu spesies oposum dari Amerika Selatan menyebar ke utara dan mencapai Amerika Utara. Spesies tersebut adalah oposum Virginia (Didelphis virginiana), satu-satunya marsupial yang hidup di utara Meksiko saat ini, menurut Beck.
Oposum Amerika ini perlu dibedakan dari possum yang berasal dari Australia dan Papua Nugini. Meskipun namanya mirip, keduanya merupakan kelompok berbeda dengan sejumlah perbedaan anatomi, termasuk bentuk gigi. Perbedaan ini mencerminkan sejarah evolusi masing-masing kelompok setelah berkembang di wilayah geografis yang Âberbeda. hay
- Spesies Hewan Berkantung
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.