Konstruksi 70 Persen, PLTS Terapung Karangkates Bakal Jadi Terbesar Kedua di Indonesia

Selasa, 27 Okt 2026, 13:38 WIB

JAKARTA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Waduk Sutami/Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini telah mencapai 70 persen progres konstruksi infrastruktur. Proyek ini diproyeksikan menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia setelah Cirata.

Direktur Utama PLN Nusantara Power (PLN NP), Ruly Firmansyah, mengatakan capaian tersebut 13 persen lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Ket. Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Waduk Sutami, Kabupaten Malang. Pembangunan infrastruktur proyek energi ramah lingkungan tersebut telah mencapai 70 persen dari keseluruhan — Sumber: istimewa

"PLTS Terapung Karangkates kini telah memasuki 70 persen progres konstruksi infrastruktur. Capaian ini menjadi bukti keseriusan PLN Nusantara Power dalam menghadirkan pembangkit energi bersih yang andal dan berkelanjutan," ujar Ruly melalui keterangannya dari Malang, Selasa (27/10).

PLTS Karangkates berkapasitas 133 MWp dibangun di atas Waduk Sutami/Karangkates di Kecamatan Sumberpucung dan Kalipare, Malang. Luas perairan waduk sekitar 1.905 hektare, sementara modul surya yang dimanfaatkan hanya 71,435 hektare atau 3,7 persen di area Low Water Level (LWL).

Secara keseluruhan, pembangkit ini terdiri atas delapan PV island dengan rasio DC/AC rata-rata 1,33 untuk mengoptimalkan energi matahari.

Menurut Ruly, keberhasilan PLTS Terapung Cirata 192 MWp menjadi pijakan untuk mengembangkan proyek selanjutnya di Jawa Timur.

"Kami senantiasa mendukung program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur EBT. Setelah keberhasilan PLTS Terapung Cirata, kehadiran PLTS Terapung Karangkates diharapkan menjadi pionir pengembangan energi bersih di Jawa Timur," terang Ruly.

Selain pembangkit, PLN NP juga membangun infrastruktur penyaluran berupa jaringan transmisi 150 kV sepanjang 4,6 kilometer sirkuit atau 2,3 kilometer rute yang menghubungkan Gardu Induk PLTS dengan titik interkoneksi. Termasuk extension bay pada Gardu Induk Sutami 150 kV untuk kesiapan penyaluran ke jaringan.

Saat ini fokus pekerjaan diarahkan pada penyelesaian fasilitas utama dan pendukung, pengujian sistem, serta tahapan backfeeding power sebelum sinkronisasi dengan jaringan listrik.

PLN NP menargetkan inisiasi produksi listrik pertama awal Desember 2026 dan beroperasi penuh awal 2027.

"Percepatan pembangunan tetap kami jalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan keandalan sistem. Kami ingin memastikan PLTS Terapung Karangkates mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pasokan energi bersih nasional," tambah Ruly.

Waduk Karangkates merupakan lahan negara yang dikelola Perum Jasa Tirta I, dengan lokasi PLTS berada pada Zona Umum waduk. Proyek ini menjadi contoh optimalisasi aset eksisting tanpa perlu pembukaan lahan daratan besar.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.