Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

27 Selasa, 27 Okt 2026, 01:17 WIB | Oleh:
Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS Doc: AFP

ISTANBUL - Iran berupaya meredakan tekanan ekonomi akibat sanksi dari AS dan negara-negara Barat dengan cara memperlambat laju inflasi serta meningkatkan alokasi kupon pangan bagi rumah tangga, kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani, Senin (26/10).

Dalam keterangannya kepada kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Mohajerani menyatakan bahwa inflasi berakar pada kondisi makroekonomi yang lebih luas dan tidak dapat diatasi hanya melalui langkah-langkah jangka pendek.

"Kami berupaya melawan tekanan ekonomi yang diberikan oleh negara-negara Barat dan AS dengan cara mengendalikan laju inflasi di satu sisi, serta mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat, termasuk meningkatkan alokasi kupon pangan, di sisi lain," ujarnya.

Pemerintah berencana memperluas program kupon pangan elektronik yang dikenal sebagai "Kalabarg", yang memberikan subsidi kepada rumah tangga yang memenuhi syarat untuk membeli bahan pangan pokok.

Perekonomian Iran menghadapi tekanan yang terus meningkat akibat sanksi AS, depresiasi mata uang, dan kenaikan harga barang konsumsi.

Pada Agustus 2026, Washington meluncurkan kampanye tekanan ekonomi baru yang disebut "Operasi Pengucilan Ekonomi", yang menyasar ekspor minyak Iran, transaksi keuangan, serta akses negara tersebut ke pasar internasional.

Selain itu, pada Juli, AS kembali menerapkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan Iran, yang semakin membatasi perdagangan minyak Teheran.

Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, mengungkapkan pada Agustus bahwa ekspor minyak negara tersebut telah anjlok hingga ke angka nol di tengah konflik dan sanksi yang berlangsung.

Pada Agustus 2026, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan bahwa perekonomian Iran akan mengalami kontraksi sebesar 6,1 persen pada 2026, dengan rata-rata inflasi tahunan mencapai 68,9 persen.

Kesulitan ekonomi itu diperparah oleh konflik militer antara Iran dan AS yang dimulai pada Februari, serta perselisihan yang terus berlanjut mengenai pelonggaran sanksi dan pengaturan keamanan di Selat Hormuz. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Bidik Pe...

Petugas SPBU Bintaro Dipecat, Masih Adakah SPBU yang Jujur?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Petugas SPBU Bintaro Dipeca...
Megapolitan
Warga Didorong Mengganti Be...
Megapolitan
Jakarta-Bekasi Perpanjang K...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.