Hujan Buatan Turun di 7 Wilayah Sumsel, TNI AU Dukung Pemadaman Karhutla
Selasa, 27 Okt 2026, 13:46 WIBJakarta - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil memicu hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Senin (26/10).
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Selasa (27/10), dijelaskan bahwa hujan tersebut merupakan hasil operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan bersama sejumlah instansi pemerintah terkait.
"Operasi ini merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mendukung penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut terdampak," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi dalam siaran pers tersebut.
Feri menjelaskan, OMC dilaksanakan melalui kolaborasi TNI AU, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan armada dan personel, analisis meteorologi, penyiapan bahan semai, hingga koordinasi pelaksanaan operasi.
Dalam operasi itu, TNI AU mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules dan dua pesawat CASA C-212. Operasi tersebut juga didukung dua pesawat BNPB untuk membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice).
Bahan semai tersebut digunakan dalam proses modifikasi cuaca untuk membantu pembentukan awan hujan, dengan memanfaatkan kondisi atmosfer yang mendukung.
Hujan kemudian terpantau turun di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, antara lain Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Musi Rawas, Muara Enim, serta Kota Palembang.
"Perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer terus dipantau sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan operasi selanjutnya," kata Feri.
Ia memastikan TNI AU akan terus menyiagakan pesawat angkut untuk mendukung pelaksanaan OMC di wilayah yang terdampak karhutla.
"TNI AU terus mendukung upaya mitigasi karhutla di Sumatera Selatan. Hujan yang turun diharapkan membantu menjaga kelembapan lahan gambut dan mendukung upaya pengendalian kebakaran di wilayah terdampak," ujar Feri.
Hujan hasil modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang mengering, terutama kawasan gambut yang rentan terbakar. Namun, pengendalian karhutla tetap membutuhkan pemantauan titik api dan upaya pemadaman langsung agar kebakaran tidak meluas kembali.
- Sumatera Selatan (Sumsel)
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jeritan Warga Kampung Pelangi: Kami Butuh Penataan dan Hunian Terjangkau, Bukan Penggusuran
-
Kepulauan Seribu Akan Punya 2 SPBU, Pemkab Rencanakan Titik Lokasi Pembangunan Disini!
-
Pendakian Gunung Sibayak Ditutup untuk Pemulihan Ekosistem
-
Asap Karhutla Menjauh, Pemprov DKI Tetap Lakukan Water Mist dan OMC
-
PLN UID Sulselrabar Perkuat Kemandirian UMKM Lewat Pasokan Listrik dan Pemberdayaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.