Bulog Lelang 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu, UMKM di Seluruh Indonesia Jadi Prioritas
Selasa, 27 Okt 2026, 05:04 WIBJakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan lelang 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu untuk diolah menjadi tepung akan memprioritaskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
"Prioritasnya untuk rakyat, UMKM-UMKM. Makanya nanti dijualnya enggak di Jakarta doang dilelangnya, tapi di seluruh tanah air," kata Rizal seusai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10).
Rizal mengatakan proses lelang saat ini berlangsung melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di berbagai wilayah Indonesia. Mekanisme tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi UMKM untuk memperoleh bahan baku dengan harga kompetitif.
Menurut dia, pelaksanaan lelang merupakan tindak lanjut keputusan rapat koordinasi pemerintah untuk mengoptimalkan pengelolaan cadangan beras pemerintah sekaligus mempertahankan nilai ekonomi stok yang mengalami penurunan mutu.
Beras yang dilelang merupakan stok yang telah disimpan lebih dari enam bulan dan mengalami penurunan kualitas. Pemanfaatannya sebagai bahan baku industri pengolahan tepung diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
"Kan daripada rusak, berasnya rusak, terus nanti kalau rusak kan negara jadi rugi," ujarnya.
Rizal menambahkan beras tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri sebagai bahan baku setelah melalui proses pengolahan sesuai kebutuhan. Harga penjualan akan mengikuti kebijakan pemerintah dengan mempertimbangkan harga pasar agar pelaku usaha tetap memiliki peluang memperoleh keuntungan.
Bulog memastikan lelang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan cakupan nasional untuk memberikan kesempatan kepada UMKM di berbagai daerah mengakses bahan baku tersebut.
Sebelumnya, pemerintah menyepakati hilirisasi sekitar 380 ribu ton beras yang mengalami penurunan mutu menjadi tepung untuk menjaga nilai ekonomi stok sekaligus membantu menstabilkan harga pangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan beras tersebut dapat dibeli oleh industri pengolahan tepung untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku. Pemanfaatan itu diharapkan turut menekan harga tepung yang mengalami kenaikan.
"Itu (stok beras) yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung, itu (stok beras turun mutu) untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," kata Zulkifli.
Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi pemerintah pada 7 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang saat itu mencapai lebih dari 5 juta ton.
Pemerintah memperkirakan sekitar 380 ribu ton beras dengan mutu menurun dapat dilelang kepada industri pengolahan tepung dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram. Harga tersebut terpaut sekitar Rp1.000 per kilogram dari harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yakni Rp12.500 per kilogram.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan IV di Belu, Targetkan Jadi Ajang Internasional
-
Kabar Baik untuk Pelaku Koperasi! DPRD Banjarmasin Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan
-
14 Orang Terjaring OTT KPK, BNPB Pastikan Pelayanan Masyarakat Tetap Berjalan
-
Polda Jabar Berantas 352 Kasus Kejahatan Jalanan
-
Impor Pangan Ilegal Kian Meresahkan: Petani Tertekan, Swasembada Terancam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.