BGN Mulai Uji Coba MBG Prasmanan Tahap Dua

Selasa, 27 Okt 2026, 13:26 WIB

MATARAM - Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan uji coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggunakan metode prasmanan tahap dua di SD Al Iqro Mataram menyasar 129 siswa kelas 5 dan kelas 6.

"Sebanyak 129 porsi itu, untuk kelas 5 sebanyak 61 siswa dan 3 guru, sedangkan kelas 6 sebanyak 62 siswa dan 3 guru," kata Korwil BGN Kota Mataram M Rizky Prasetyo di Mataram, Selasa (27/10).

Ket. Foto: BGN Kota Mataram, NTB mulai uji coba MBG prasmanan tahap dua di SD Al Iqro Mataram menyasar 129 siswa kelas 5 dan kelas 6. — Sumber: antara foto

Ia mengatakan pelaksanaan Program MBG sistem prasmanan tahap dua tersebut dijadwalkan berlangsung sampai6 November 2026. Kegiatan uji coba MBG prasmanan di SD Al Iqro didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Mataram Selaparang Karang Baru 2.

Menurutnya, penerapan uji coba MBG prasmanan tersebut sudah melalui prosedur pengajuan dan verifikasi yang ketat dari tim pusat.

Dalam pelaksanaannya, SPPG terlebih dahulu mengajukan permohonan untuk melaksanakan MBG prasmanan ke pusat, kemudian diverifikasi oleh tim pusat guna memastikan kesiapan alat dan pemenuhan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

​Untuk wilayah Kota Mataram, khususnya Nusa Tenggara Barat, SD Al Iqro menjadi sekolah pertama yang menerapkan skema uji coba MBG prasmanan.

Selama pelaksanaan uji coba, katanya, SPPG wajib mengirimkan laporan monitoring dan evaluasi (monev) harian kepada pimpinan di pusat hingga 6 November 2026.

​Adapun sejumlah poin penting dalam standar keamanan dan operasional yang harus dijaga dalam penerapan MBG prasmanan antara lain pengendalian suhu dan waktu penyajian makanan, higienitas dan sanitasi, keamanan porsi makanan serta penyalurannya.

"Selain itu penggunaan pelabelan dan pemeriksaan sebelum penyaluran, penanganan cepat terhadap potensi ketidaksesuaian di lapangan," katanya.

Menurutnya, bagi sekolah lain di Kota Mataram yang berminat untuk menerapkan Program MBG dengan metode prasmanan, pihak sekolah dapat langsung mengajukan permohonan bersurat kepada SPPG setempat.

"Selanjutnya, pihak SPPG akan meneruskannya ke tim pusat untuk proses verifikasi lanjutan," katanya.

Lebih jauh Rizky mengatakan sejauh ini respons anak-anak terhadap uji coba metode prasmanan ini dinilai sangat positif, dimana para siswa merasa senang karena makanan yang disajikan lebih hangat dan bervariasi.

Bahkan dari hasil evaluasi uji coba tahap pertama pelaksanaan Program MBG sistem prasmanan selama tiga hari pada 19–21 Oktober 2026 di SD Al Iqro Mataram memberikan dampak positif yang langsung terasa bagi para penerima manfaat.

​"Penyajian makanan dengan sistem prasmanan tidak hanya menjaga kualitas gizi dan kehangatan hidangan, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan tertib di lingkungan sekolah," katanya.

​Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, katanya, terdapat empat poin utama yang menjadi catatan keberhasilan distribusi MBG sistem prasmanan di sekolah antara lain, efisiensi konsumsi makanan sebab hampir tidak ada sisa makanan (zero waste) dari porsi yang disajikan.

"Sebab siswa mengambil dan mengonsumsi hidangan hingga habis sesuai dengan porsi dan kebutuhan masing-masing," katanya.

Selain itu dari sisi kualitas dan kehangatan hidangan, penyajian makanan dalam kondisi hangat dan segar (fresh) terbukti mampu meningkatkan nafsu serta selera makan para siswa maupun guru penikmat manfaat.​

Di samping itu penerapan MBG prasmanan dapat memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, karena proses mengambil makanan secara mandiri melatih kebiasaan hidup bersih dan sehatanak-anak, seperti budaya mengantre dan kewajiban mencuci tangan sebelum makan.

Penataan makanan juga memberikan kontribusi sebab dengan penataan yang rapi, bersih, dan bervariasi meningkatkan daya tarik penyajian.

"Dengan demikian, penerima manfaat dapat melihat langsung ragam menu gizi seimbang yang disediakan sehingga lebih bersemangat untuk menghabiskan makanan sehingga meminimalkan makanan yang terbuang," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.