Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

21 Koperasi Merah Putih di Bantul Bersiap Jadi Penggerak Ekonomi Desa

27 Selasa, 27 Okt 2026, 16:00 WIB | Oleh:
21 Koperasi Merah Putih di Bantul Bersiap Jadi Penggerak Ekonomi Desa 21 Koperasi Merah Putih di Bantul Bersiap Jadi Penggerak Ekonomi Desa Doc: Dok. Pemkab Bantul

BANTUL, — Sebanyak 21 Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bantul telah menyelesaikan pembangunan gerai hingga 100 persen. Sementara itu, sembilan KDKMP lainnya mencatatkan progres pembangunan rata-rata 90 persen menjelang tahap operasional.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0729/Bantul Kapten Inf. Sugeng mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian dari persiapan operasional KDKMP di sejumlah wilayah Bantul.

“Sebanyak 21 KDKMP di Kabupaten Bantul sudah mencapai progres pembangunan 100 persen rampung, sementara sembilan KDKMP lainnya rata-rata sudah mencapai progres 90 persen,” ungkap Sugeng dalam Koordinasi Percepatan Operasionalisasi KDKMP di Komplek Parasamya, Bantul, Senin (26/10).

Pemerintah Kabupaten Bantul mengumpulkan sekitar 160 peserta dalam koordinasi tersebut. Mereka berasal dari Pemkab Bantul, Kodim 0729/Bantul, PT Agrinas, manajer, pengurus dan pengawas KDKMP, serta perangkat daerah dan instansi terkait.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul Fenty Yusdayati mengatakan koordinasi diperlukan untuk menyatukan pemahaman para pihak yang terlibat dalam pengoperasian koperasi.

“Pelaksanaan KDMP sudah cukup lama, sejak tahun 2025, sudah berjalan sudah ada mockup, kemudian beberapa waktu beberapa KDKMP sudah muncul kemudian pergerakanya pusat membangun gerai-gerai KDMP,” ungkap Fenty.

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta menilai pembagian tugas dan kewenangan harus dipahami oleh setiap unsur dalam pengelolaan koperasi. Pengurus memiliki peran menentukan arah kebijakan, sedangkan pengawas bertugas memastikan pengelolaan koperasi berjalan sebagaimana mestinya.

“Pengurus harus mampu menentukan arah dan kebijakan koperasi, sedangkan pengawas harus aktif melakukan pengawasan serta memberikan rekomendasi perbaikan,” ujar Aris.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi Ambar Pertiwiningrum menyebut KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha di tingkat desa, tetapi juga diproyeksikan menjadi penghubung berbagai pelaku ekonomi.

“KDKMP menjadi infrastruktur ekonomi sekaligus off-taker yang menghubungkan petani, nelayan, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian pangan serta kesejahteraan bersama,” tutur Ambar.

Sejumlah KDKMP kini menyiapkan tahapan menuju operasional. Manajer KDKMP Bangunharjo Satya Laksana mengatakan proses tersebut antara lain mencakup penempatan personel, orientasi, hingga verifikasi dan validasi.

“Proses yang sudah dilakukan untuk mendukung percepatan ini ada beberapa tahap, yang pertama proses penempatan di 41 kelurahan, orientasi bersama Babinsa di masing-masing kalurahan, dilanjutkan meeting online dari PT Agrinas Nusantara, proses verifikasi dan validasi dari Dinas Koperasi dan Kodim, serta mengunjungi Dinas Koperasi dan mengikuti kegiatan percepatan yang baru dilakukan tadi,” jelasnya.

Manajer KDKMP Singosaren, Banguntapan, Putu Ayudarti berharap koperasi dapat memperkuat kerja sama antara pengurus, pengawas, dan pemerintah desa sehingga keberadaannya berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Harapan ke depannya, kita bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas, maupun perangkat desa untuk memajukan desa-desa kami yang ada di Bantul. Semoga KDKMP ini sesuai dengan visi dan misi Presiden serta mencapai tujuan KDKMP itu sendiri,” ujarnya.

Pemkab Bantul menargetkan percepatan operasional KDKMP dapat dilakukan melalui koordinasi antarpihak, sehingga koperasi tersebut dapat segera menjalankan fungsi ekonomi, mendukung kemandirian pangan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Disdik Kota Bandung Gelar L...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.