Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebebasan Pers Terancam, Ribuan Warga Ceko Protes Pemerintah

26 Senin, 26 Okt 2026, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebebasan Pers Terancam, Ribuan Warga Ceko Protes Pemerintah Kebebasan Pers Terancam, Ribuan Warga Ceko Protes Pemerintah Doc: AFP
Ket. Ribuan orang berkumpul di Alun-Alun Kota Tua Praha.

Prague – Ribuan orang berkumpul di Praha pada Minggu (25/10) untuk memprotes rencana perubahan sistem pendanaan televisi dan radio publik. Mereka menuding pemerintah berupaya membungkam kebebasan pers.

Majelis rendah parlemen Ceko pada Sabtu (24/10) menyetujui percepatan pembahasan rancangan undang-undang yang akan menghapus biaya lisensi media publik dan menggantinya dengan alokasi langsung dari anggaran negara.

Rancangan undang-undang tersebut didukung koalisi pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Andrej Babis dan mencakup dua partai sayap kanan jauh. Namun, aturan itu masih harus mendapat persetujuan majelis tinggi sebelum dapat diberlakukan.

Rencana tersebut menuai kritik dari pihak oposisi yang berjanji akan menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi.

Di Alun-Alun Kota Tua Praha, seorang pengunjuk rasa bernama Petr Cekal, mahasiswa arsitektur berusia 26 tahun, mengatakan para politikus "ingin membatasi kebebasan pers", sesuatu yang menurutnya "cukup mengkhawatirkan".

Milan Kotal, 94 tahun, mengatakan bahwa sepanjang hidupnya, telah terjadi dua kali pengambilalihan televisi di Praha oleh negara.

"Pertama oleh Nazi selama perang, kemudian oleh kaum Komunis hingga 1989," ujarnya.

"Hari ini, pemerintah membiarkan dirinya melakukan hal-hal yang tidak dapat kami terima," kata Kotal.

Berdasarkan usulan reformasi tersebut, anggaran televisi dan radio negara diperkirakan dipangkas sekitar 15 persen.

Uni Penyiaran Eropa (European Broadcasting Union), Federasi Jurnalis Eropa (European Federation of Journalists), Reporters Without Borders, dan Institut Pers Internasional (International Press Institute) termasuk organisasi yang mengkritik rencana tersebut.

"Masa depan negara ini untuk beberapa dekade mendatang sedang dipertaruhkan. Pemerintah sedang menguji sejauh mana mereka dapat melangkah," kata penyelenggara aksi dalam seruan demonstrasi mereka.

Aksi unjuk rasa yang lebih besar dijadwalkan berlangsung di Praha pada 15 November.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Luar Negeri
Badai Tropis Champi Terjang...
Luar Negeri
Kebebasan Pers Terancam, Ri...
Megapolitan
Makro Ekonomi Jakarta Tenga...
Megapolitan
ASN Terlambat Tak Boleh Iku...
Advertisement
Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.