Bupati Dompu Dorong Perbankan Jemput Bola, Ini Tujuannya Perluas Akses Keuangan

Senin, 26 Okt 2026, 04:14 WIB

DOMPU - Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bambang Firdaus mendorong perbankan memperluas akses layanan keuangan melalui sistem jemput bola untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki rekening atau mengalami keterbatasan akses terhadap layanan perbankan digital.

Bambang mengatakan perluasan akses keuangan diperlukan agar manfaat perkembangan teknologi layanan perbankan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya warga yang terbiasa menggunakan perangkat digital.

Ket. Foto: Bupati Dompu Bambang Firdaus dan Deputi Kepala OJK Provinsi NTB Catur Surya Perwira menghadiri kegiatan Pasar Keuangan Rakyat di Dompu, NTB, Jumat (23/10). — Sumber: Antara foto

"Saya menyarankan kepada pihak perbankan untuk mengaktifkan sistem jemput bola dalam pembukaan rekening bagi seluruh masyarakat. Perbankan diminta aktif mendatangi masyarakat agar mempermudah kepemilikan rekening," katanya saat menghadiri puncak Pasar Keuangan Rakyat dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan NTB 2026 di Lapangan Beringin, Dompu, Minggu (25/10).

Menurut dia, kemajuan teknologi telah mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan melalui telepon pintar. Namun, kemudahan tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh kelompok masyarakat.

Kondisi itu menjadi tantangan bagi lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan edukasi sekaligus memperluas jangkauan layanan agar masyarakat dapat memanfaatkan produk perbankan sesuai kebutuhan.

Bambang mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB yang menginisiasi kegiatan Pasar Keuangan Rakyat sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan.

Ia menilai kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengakses dan mengelola layanan keuangan secara tepat.

Selain memperluas akses perbankan, Bambang mengajak masyarakat meningkatkan kemampuan mengelola keuangan agar dapat memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan produktif.

Menurut dia, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu ditanamkan sejak dini untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.

"Mari tanamkan pemahaman dan kesadaran mengelola keuangan sejak dini guna mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rakyat," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala OJK Provinsi NTB Catur Surya Perwira mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan aspek penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat agar manfaat layanan keuangan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.

Kegiatan Pasar Keuangan Rakyat sebagai puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) NTB 2026 diselenggarakan oleh OJK Provinsi NTB di Kabupaten Dompu, pada 24–25 Oktober 2026. Acara ini bertujuan untuk memeratakan akses keuangan masyarakat dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta pimpinan industri jasa keuangan

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.