- Home
-
- Megapolitan
-
- Bamus Betawi Perkuat Ident...
Bamus Betawi Perkuat Identitas Jakarta Kota Global dengan Penelusuran Jejak Sejarah & Warisan Budaya
Senin, 26 Okt 2026, 23:07 WIBJAKARTA - Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menelusuri jejak sejarah dan warisan budaya masyarakat Betawi untuk memperkuat identitas Betawi di tengah pesatnya perkembangan Jakarta sebagai kota global.
"Kaum Betawi tidak boleh tercerabut dari akar sejarahnya. Kita harus mengenal, merawat, dan mewariskan sejarah kepada generasi muda agar identitas Betawi tetap hidup dan mampu memberikan kontribusi bagi Jakarta sebagai kota global," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bamus Betawi Anas Mahruf di Jakarta, Senin (26/10).
Kunjungan dan diskusi di Museum Benyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta Timur, tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran sejarah, menjaga peninggalan leluhur, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam melestarikan kebudayaan Betawi.
Selain itu, pengenalan dan pewarisan sejarah harus terus dilakukan agar masyarakat Betawi tidak kehilangan identitas di tengah perubahan Jakarta yang semakin modern.
Kegiatan itu terdiri dari diskusi yang menghadirkan tiga narasumber, yakni H Biem Triani Benyamin, Syarif Hidayatullah, dan Munir Arsyad.
Mereka membahas pentingnya pelestarian warisan budaya, penguatan dokumentasi sejarah, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga situs-situs bersejarah.
Dalam kesempatan tersebut, H Biem Triani Benyamin menyoroti peran museum dan peninggalan tokoh budaya sebagai sarana pendidikan sekaligus regenerasi kebudayaan.
Sosok Benyamin Sueb menjadi contoh seni dan kreativitas dapat memperkenalkan identitas Betawi kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Syarif Hidayatullah menekankan pentingnya penelusuran sejarah dengan menggunakan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, di antaranya arsip, naskah, peta lama, peninggalan fisik, serta tradisi lisan.
Di sisi lain, Munir Arsyad menekankan perlunya keterlibatan masyarakat dalam merawat museum, makam tokoh, situs bersejarah, serta berbagai peninggalan budaya lainnya.
Upaya pelestarian juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendataan, perawatan, dokumentasi, edukasi, dan kerja sama berbagai pihak.
Lebih lanjut, Anas menjelaskan pemilihan Museum Benyamin Sueb sebagai lokasi kegiatan memiliki arti penting dalam mengingat kontribusi tokoh seni dan budaya terhadap pembentukan identitas Jakarta.
Museum, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami perjalanan sejarah, kreativitas, dan karakter budaya Betawi.
Melalui program penelusuran situs bersejarah di lima wilayah kota Jakarta, Bamus Betawi mendorong penguatan inventarisasi situs, dokumentasi sejarah, publikasi, pendidikan kebudayaan, serta pelibatan generasi muda.
"Pesan yang diusung dalam kegiatan ini pun tegas, jangan lupakan sejarah, rawat warisan leluhur, perkuat identitas, dan tentukan masa depan kaum Betawi," ucap Anas. Ant
- Bamus Betawi
- Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Incar Rp349 Miliar, KBRI Yaounde Boyong 81 Pengusaha Afrika Tengah Serbu TEI 2026
-
Pemprov DKI Siapkan Bus Transjakarta Berbahan Bakar Hidrogen
-
Perkuat Ketahanan Infrastruktur Gas, PGN Solution dan Nusantara Regas Siapkan Respons Darurat Pipa Bawah Laut
-
Presiden Prabowo Paparkan Rencana Pendirian 10 Universitas
-
Seskab Terima Menteri Koperasi Bahas Rekrutmen Manajer Koperasi Desa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.