Fynd Studio Hadir di Indonesia, Optik Melawai Produksi Video Produk Pakai AI
Selasa, 13 Okt 2026, 16:55 WIBJAKARTA - Perusahaan teknologi ritel berbasis kecerdasan buatan (AI), Fynd, resmi menghadirkan Fynd Studio di Indonesia untuk membantu peritel dan brand memproduksi konten video berbasis AI. Layanan yang didukung Reliance Retail Ventures Limited ini menyasar pasar social commerce Indonesia yang terus berkembang, terutama melalui konten video di media sosial.
Fynd Studio menyediakan layanan produksi konten dari awal hingga akhir, termasuk lokalisasi Bahasa Indonesia. Melalui layanan ini, brand dapat membuat video produk dan film promosi berbasis AI tanpa harus mengadakan sesi pemotretan fisik baru untuk setiap kampanye pemasaran.
Salah satu peritel yang telah menggunakan layanan tersebut adalah Optik Melawai, jaringan ritel optik yang memiliki lebih dari 480 toko di seluruh Indonesia. Peritel ini memanfaatkan Fynd Studio untuk menampilkan lebih banyak koleksi kacamata melalui konten video berbasis AI.
Optik Melawai memiliki lebih dari 30 brand kacamata premium dalam portofolionya. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu menghadirkan konten yang dapat memperlihatkan variasi bingkai sekaligus memberikan gambaran kepada pelanggan mengenai tampilan kacamata ketika dikenakan.
Melalui Fynd Studio, foto produk yang sudah dimiliki Optik Melawai diolah menjadi video dengan menampilkan model hasil AI yang mengenakan kacamata tersebut. Konten yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk kebutuhan pemasaran berbahasa Indonesia di TikTok dan Instagram Reels tanpa perlu menggelar pemotretan fisik baru untuk setiap rangkaian konten.
"Video pendek kini menjadi tempat banyak konsumen Indonesia pertama kali menemukan sebuah produk, dan brand perlu hadir di sana secara konsisten, dan kacamata merupakan kategori yang menantang untuk video AI karena bingkai, lensa, dan logo harus ditampilkan secara akurat. Dengan Fynd Studio, Optik Melawai dapat memanfaatkan foto produk yang sudah dimilikinya untuk menghasilkan aliran konten rutin dalam Bahasa Indonesia, dengan tim internalnya sendiri yang menyetujui setiap video," jelas Ronak Modi, Chief Business Officer - Global, Fynd.
Kehadiran Fynd Studio berlangsung ketika video commerce semakin berperan dalam aktivitas belanja digital masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang dipublikasikan Google, volume transaksi video commerce di Indonesia mencapai 2,6 miliar, sedangkan jumlah penjual dan toko online tumbuh 75 persen secara tahunan menjadi 800.000.
Google juga melaporkan bahwa lebih dari 40 juta pengguna yang telah masuk ke akun mereka di Indonesia melakukan pencarian terkait belanja melalui YouTube. Sementara itu, waktu menonton konten belanja di platform tersebut meningkat lebih dari 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut membuka peluang bagi peritel untuk menjangkau konsumen melalui format video yang lebih menarik dan mudah diakses. Namun, peluang ini juga menuntut brand untuk terus menyediakan konten yang relevan, khususnya ketika meluncurkan produk baru, memperkenalkan koleksi musiman, atau mengikuti perubahan format media sosial.
Produksi video konvensional biasanya membutuhkan koordinasi berbagai kebutuhan, mulai dari model, studio, penataan gaya, hingga proses penyuntingan. Jika proses tersebut harus diulang untuk katalog produk yang besar dan terus berubah, peritel dapat menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi sekaligus memperbarui konten secara rutin.
Fynd Studio menawarkan alternatif melalui produksi video berbasis AI dengan memanfaatkan foto produk yang telah tersedia. Pendekatan ini memungkinkan peritel menampilkan lebih banyak produk dari katalog mereka dan memperbarui materi pemasaran tanpa harus selalu mengadakan pemotretan fisik.
Head of Digital Marketing Optik Melawai, Jhan David, mengatakan pemanfaatan AI menjadi bagian dari upaya perusahaan mengikuti perkembangan industri ritel. Menurutnya, teknologi tersebut mulai digunakan untuk mendukung pemasaran digital, terutama melalui kanal media sosial.
"Sebagai salah satu peritel optik terkemuka di Indonesia, kami selalu berkembang seiring dinamika lanskap ritel, dan saat ini hal itu berarti merangkul AI yang secara bertahap mengubah cara bisnis ritel beroperasi. Kami memulai perjalanan ini dengan memproduksi video berbasis AI untuk pemasaran digital kami khususnya di kanal media sosial, dan Fynd berperan penting dalam mewujudkan video-video tersebut, dan kualitas hasilnya sangat luar biasa rapi, sesuai dengan identitas brand, dan persis seperti yang kami bayangkan," kata Jhan David.
Kolaborasi dengan Fynd menjadi bagian dari program transformasi digital Optik Melawai yang lebih luas. Program tersebut diarahkan untuk membangun pengalaman ritel yang lebih terhubung melalui jaringan toko fisik dan situs web e-commerce perusahaan.
Situs e-commerce Optik Melawai diketahui menerima sekitar 10.000 pengunjung setiap hari. Dengan jangkauan tersebut, pengembangan konten digital menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan koleksi produk kepada konsumen yang berinteraksi melalui kanal daring.
Selain mendukung produksi konten pemasaran, kehadiran Fynd Studio melanjutkan ekspansi solusi teknologi perusahaan di Indonesia. Sebelumnya, Fynd telah meluncurkan GlamAR, solusi yang menghadirkan fitur virtual try-on berbasis AI, termasuk untuk pencocokan kacamata.
Teknologi GlamAR dapat diintegrasikan ke situs web, aplikasi, maupun layar di toko milik brand. Fitur tersebut memungkinkan konsumen memperoleh pengalaman mencoba produk secara virtual melalui kanal digital yang disediakan peritel.
Melalui Fynd Studio, perusahaan memperluas dukungannya bagi peritel Indonesia dalam memproduksi konten yang terlokalisasi dan disesuaikan dengan karakter setiap platform. Layanan ini diharapkan membantu brand menjaga konsistensi pemasaran digital sekaligus menampilkan katalog produk secara lebih luas di tengah meningkatnya penggunaan video dalam aktivitas belanja.
- Kecerdasan Buatan
- Pemasaran Digital
- Optik Melawai
- Commerce Intelligence
- Fynd Studio
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Mahakam Mask Carnival Jadi Mesin Ekonomi Kreatif Kaltim, Kreator Lokal Unjuk Gigi
-
UEFA Nations League: Oyarzabal Kembali Jadi Mimpi Buruk Inggris, Modric Bersinar di Usia 41 Tahun
-
Pencegahan Rabies Membutuh Kolaborasi Para Pihak
-
Dapur Umum Dibuka, Dinsos Solok Pastikan Makanan Warga Terdampak Banjir.
-
Javier Siverio Mengamuk Lagi, Gol Tunggalnya Bawa PSMS Bungkam Adhyaksa FC
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.