- Home
-
- Luar Negeri
-
- Anthropic Digugat karena G...
Anthropic Digugat karena Gunakan 274 Lagu Elvis Presley untuk Melatih AI
Senin, 26 Okt 2026, 05:04 WIBSAN FRANCISCO â Katalog musik Elvis Presley ikut terseret dalam sengketa hak cipta di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Authentic Brands Group, pemegang hak atas musik dan citra sang legenda rock and roll, menggugat perusahaan AI Anthropic karena diduga menggunakan 274 lagu Presley untuk melatih model kecerdasan buatannya tanpa izin.
Gugatan tersebut diajukan pada Jumat, sebagaimana dilaporkan Billboard dan dikutip The Guardian dalam artikel yang ditulis Marina Dunbar, Minggu (25/10).
Dalam gugatan itu, Authentic Brands Group menuding Anthropic melanggar hak cipta atas ratusan lagu milik Presley. Beberapa karya yang disebut antara lain Can't Help Falling in Love, All Shook Up, dan A Little Less Conversation.
Pihak penggugat menuntut ganti rugi maksimal 150.000 dolar AS untuk setiap lagu yang diduga dilanggar hak ciptanya. Jika dihitung untuk 274 lagu, nilai tuntutan tersebut mencapai sekitar 41,1 juta dolar AS atau setara dengan ratusan miliar rupiah.
Pengacara utama penggugat, Richard Busch, menyatakan gugatan itu diajukan untuk mempertahankan hak eksklusif atas karya-karya Elvis Presley dari penggunaan yang dianggap melanggar hukum.
Dalam dokumen gugatan, pihak Elvis menuduh Anthropic membangun model bisnisnya dengan memanfaatkan materi berhak cipta dalam skala besar.
Mereka juga mengeklaim model AI Anthropic, Claude, sejak awal mampu menghasilkan keluaran yang melanggar hak cipta dari hampir setiap lagu dalam katalog musik yang tersedia di internet.
Tuduhan lainnya menyangkut efektivitas sistem pengamanan Anthropic. Menurut penggugat, perusahaan tersebut tetap bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran meskipun telah menerapkan mekanisme untuk membatasi keluaran yang melanggar hak cipta.
Penggugat berpendapat Anthropic telah mengetahui bahwa mekanisme pengamanannya tidak efektif mencegah keluaran yang diduga melanggar hak cipta musik, tetapi tetap melanjutkan aktivitas tersebut.
Seluruh tuduhan itu masih merupakan dalil pihak penggugat yang harus dibuktikan dalam proses hukum.
Sengketa AI dan hak cipta musik
Kasus yang melibatkan katalog Elvis Presley ini menambah panjang daftar persoalan hukum antara industri musik dan perusahaan kecerdasan buatan.
Sebelumnya, perusahaan AI telah menghadapi berbagai klaim pelanggaran hak cipta dari Recording Industry Association of America (RIAA) serta perusahaan rekaman besar, termasuk Sony, Universal, dan Warner Records.
Namun, gugatan yang berkaitan langsung dengan hak atas katalog seorang artis ini dinilai berpotensi menjadi salah satu perkara penting dalam menentukan batas penggunaan karya musik untuk pengembangan AI.
Teknologi musik berbasis AI umumnya bekerja dengan menganalisis kumpulan rekaman dalam jumlah besar untuk mempelajari pola suara, struktur, dan ekspresi musik. Pengetahuan tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan musik baru berdasarkan perintah teks atau suara dari pengguna.
Persoalannya, para musisi dan pemegang hak cipta mempertanyakan apakah karya mereka boleh digunakan untuk proses pelatihan tersebut tanpa persetujuan atau kompensasi.
Selain masalah hak cipta, para pelaku industri musik juga mengkhawatirkan membanjirnya lagu buatan AI yang berpotensi menggeser karya musisi manusia.
Kekhawatiran itu muncul bersamaan dengan semakin banyaknya musik yang dihasilkan AI di layanan streaming. Pekan sebelumnya, Spotify mengumumkan telah menghapus sekitar 50 juta lagu yang dikategorikan sebagai musik AI berkualitas rendah atau spam dari rekomendasi kepada penggunanya selama setahun terakhir.
Gugatan terkait 274 lagu Elvis Presley pun menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas: sejauh mana perusahaan AI dapat memanfaatkan karya kreatif yang sudah ada untuk mengembangkan teknologinya, tanpa mengabaikan hak para pencipta dan pemilik karya.
- AI Anthropic
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.