Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Startup Indonesia Bidik Pasar China, Inovasi Rumput Laut Ini Jadi Andalan

25 Minggu, 25 Okt 2026, 03:27 WIB | Oleh:
Startup Indonesia Bidik Pasar China, Inovasi Rumput Laut Ini Jadi Andalan Startup Indonesia Bidik Pasar China, Inovasi Rumput Laut Ini Jadi Andalan Doc: Antara foto
Ket. CEO Birufinery Azalea Ayuningtyas berbicara dalam konferensi pers di "Suzhou Village", kota Suzhou, provinsi Jiangsu, Kamis (22/10).

SHANGHAI - Perusahaan rintisan "Birufinery" menjadi salah satu finalis dalam kompetisi wirausaha sosial "Unlock Her Future 2026" di China dengan produk biostimulan dari rumput laut sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk.

"Biostimulan itu istilahnya seperti vitamin sedangkan pupuk itu makanan untuk tanaman. Jadi misalnya kalau anak tidak bisa makan, kita kasih vitamin dulu supaya makanannya meningkat dan makanan dapat dicerna dengan baik, itu kira-kira tujuan biostimulan ini," kata CEO Birufinery Azalea Ayuningtyas di Suzhou, Provinsi Jiangsu, pada Kamis (22/10).

Birufinery baru didirikan pada 2024 oleh Azalea dan tiga rekannya, salah satunya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga menjadi lokasi sumber produk biostimulan bernama "BiruLift".

Rumput laut dipilih karena Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar kedua di dunia. Sayangnya sekitar 80 persen produksinya masih dijual dalam bentuk mentah, padahal panen rumput laut menopang mata pencaharian hampir 1 juta penduduk pesisir dan lebih dari 267.000 rumah tangga.

Azalea menyebut selama ini produk serupa berasal dari rumput laut air dingin dari Norwergia atau Kanada yang hanya dipanen setahun sekali yang menyebabkan harganya mahal dan menjadi produk premium.

"Terlebih Indonesia kan tanahnya subur, jadi dulu tidak diperlukan produk biostimulan, tapi karena El Niño, banjir atau bahkan terlalu banyak penggunaan pupuk kimia maka tanah menjadi stres dan mengurangi kesuburan dan membutuhkan biostimulan," jelas Azalea.

Dengan menggunakan biostimulan itu, Azalea menyebut petani dapat mengurangi 30 persen pupuk kimia sehingga petani juga dapat mengurangi biaya produksi.

Produknya sendiri dibandrol dengan harga retail Rp110.000 per liter dan untuk 1 hektare tanah butuh 5 liter biostimulan, sedangkan bila membeli dalam jumlah besar harganya menjadi Rp90.000 per liter.

"Selain perusahaan besar, kami juga menargetkan petani kecil yang sesungguhnya paling membutuhkan biostimulan ini, tapi mereka harus diedukasi dan tentu biayanya mahal dan tidak mudah padahal makanya kami butuh pendanaan dari 'Bicester Collection'," ungkap Azalea.

Selain menyuburkan tanah, Azalea menyebut rumput laut itu juga bagus untuk laut karena menyerap nitrogen dari laut (reduce ocean eutrophication) mengingat saat ini kandungan nitrogen sudah terlalu banyak di laut, salah satunya akibat banyaknya penggunaan pupuk buatan.

Manfaat lain adalah memberdayakan petani rumput laut di NTT, termasuk petani perempuan sehingga mereka tidak perlu bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri.

Azalea dengan "Birufinery" menjadi salah satu finalis asal Indonesia dalam ajang kompetisi kewirausahaan sosial dunia "The Unlock Her Future 2026" yang diselenggarakan jaringan pusat perbelanjaan barang mewah global "The Bicester Collection".

The Bicester Collection adalah perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja yang saat ini mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah terbuka (shopping villages) di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou dan New York.

Pada 2026, ada 12 finalis yang berasal dari negara-negara di kawasan Asia Timur dan Tenggara, termasuk dari Indonesia yang berkompetisi untuk mendapat dukungan pendanaan hingga 100.000 dolar AS, disertai pendampingan (mentoring) profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jaringan bisnis internasional maupun eksposur media.

Dari Indonesia, ada Azalea Ayuningtyas melalui "Birufinery" yang mengolah rumput laut menjadi biostimulan untuk pertanian; Celia Siura melalui "Bumbi" yang memproduksi popok dan pembalut kain; serta Jihan Alfiyyah Munajat melalui "HerLens" yang memanfaatkan AI untuk membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di pedesaan.

Dalam puncak acara pada Jumat (23/10), Azalea Ayuningtyas dan Jihan Alfiyyah Munajat diumumkan sebagai dua dari empat pemenang kompetisi tersebut. Dua orang pemenang lain adalah perwakilan dari China, Kyle Li melalui "38 Fixers" yang melatih perempuan menjadi teknisi perbaikan rumah dan Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui "Tham Nhung Social Enterprise" yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Timnas Indonesia U15 Menang...
Advertisement
Selangkah Lagi Juatra! Ubed ke Final French Open Setelah Tundukkan Lanier

Selangkah Lagi Juatra! Ubed ke Final French Open Setelah Tundukkan Lanier

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.