Laporan UFO Terbaru Pentagon: Segitiga Hitam Melaju 2.900 Km/Jam Lalu Lenyap Tanpa Suara

Minggu, 25 Okt 2026, 16:04 WIB

WASHINGTON DC - Dua pengamat militer senior Amerika Serikat mengaku melihat objek misterius berbentuk segitiga hitam melesat di atas sebuah lokasi sensitif di wilayah barat AS. Objek yang diperkirakan mampu melaju hingga hampir 2.900 kilometer per jam itu disebut menghilang dalam hitungan detik tanpa suara maupun jejak yang terlihat.

Kesaksian tersebut muncul dalam dokumen terbaru terkait fenomena udara tak dikenal atau unidentified anomalous phenomena (UAP) yang dirilis Pentagon pada Jumat (23/10), di tengah upaya pemerintah AS membuka informasi mengenai laporan penampakan UFO yang selama ini dirahasiakan.

Ket. Foto: Publikasi terbaru ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump membuka dokumen pemerintah terkait UFO dan kemungkinan kehidupan di luar Bumi. — Sumber: Istimewa

Dikutip dari The Guardian, kedua pengamat melaporkan bahwa objek itu memiliki bentuk menyerupai pesawat nirawak bersayap delta dengan bentang sayap sekitar 2,75 hingga 4,5 meter. Mereka menilai karakteristiknya tidak menyerupai pesawat militer konvensional yang mereka kenal.

Dalam laporan tersebut, objek diklaim bergerak dengan kecepatan mencapai 1.800 mil per jam atau sekitar 2.900 kilometer per jam. Namun, setelah melesat di udara, benda itu tiba-tiba lenyap tanpa suara, asap, maupun petunjuk lain yang dapat menjelaskan ke mana objek tersebut pergi.

Identitas para pengamat dan lokasi persis kejadian tidak diungkapkan. Dokumen hanya menyebut salah satu sumber memiliki pengalaman operasional luas dalam bekerja bersama lembaga pemerintah.

Gambar Tak Membuktikan Keberadaan UFO

Meski terdengar mencengangkan, bukti visual yang menyertai laporan tersebut justru menyisakan tanda tanya. Dokumen itu memuat sembilan gambar dengan latar belakang ngarai yang sama, sementara siluet segitiga hitam kecil ditambahkan untuk menggambarkan pergerakan objek yang diklaim terlihat oleh para saksi.

Greg Eghigian, profesor sejarah dan bioetika di Penn State University sekaligus penulis buku After the Flying Saucers Came: A Global History of the UFO Phenomenon, menilai gambar-gambar tersebut tidak memberikan bukti substantif mengenai keberadaan objek misterius itu.

Menurutnya, gambar tersebut tampak seperti siluet segitiga hitam yang ditempelkan pada latar lanskap untuk mengilustrasikan kesaksian, bukan rekaman visual yang secara langsung membuktikan penampakan tersebut.

Dengan demikian, laporan itu masih bertumpu pada kesaksian pengamat. Dokumen yang dipublikasikan tidak memberikan bukti visual independen yang dapat memastikan identitas, asal-usul, ataupun kemampuan objek tersebut.

Dokumen UFO Dibuka, Misteri Belum Terjawab

Publikasi terbaru ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump membuka dokumen pemerintah terkait UFO dan kemungkinan kehidupan di luar Bumi. Sejak Mei 2026, Pentagon telah merilis sejumlah laporan mengenai fenomena udara tak dikenal.

Trump sebelumnya menyatakan pada Februari bahwa dirinya memerintahkan pengungkapan informasi pemerintah mengenai UFO dan pencarian kehidupan alien di luar planet Bumi.

Dorongan transparansi tersebut juga muncul setelah seorang mantan pejabat intelijen pada 2023 melontarkan tuduhan di Kongres bahwa pemerintah AS selama bertahun-tahun menutupi informasi mengenai UFO, termasuk klaim tentang pesawat luar angkasa asing yang jatuh. Tuduhan itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya teknologi atau kendaraan extraterestrial.

Namun, pengungkapan dokumen terbaru belum menjawab pertanyaan mendasar mengenai objek-objek tersebut. Rilis pada Jumat hanya mencakup kurang dari 25 dokumen teks, tanpa video maupun foto asli yang dapat memperkuat kesaksian tentang segitiga hitam tersebut.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.