Kemenhut akan Optimalkan OMC untuk Tangani Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Minggu, 25 Okt 2026, 17:58 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Dokumentasi Kemenhut
JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Upaya ini diperkuat melalui pengiriman bahan semai dan dukungan armada untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan awan.
Berdasarkan laporan Kemenhut, operasi modifikasi cuaca di Sumatra Selatan telah dilakukan sebanyak sembilan sorti. Operasi tersebut terdiri atas enam sorti menggunakan dry ice dan tiga sorti menggunakan natrium klorida (NaCl).
Sementara itu, sembilan sorti OMC di Kalimantan Tengah dilaksanakan dengan kombinasi kedua bahan tersebut. Sebanyak 3,3 ton dry ice dikirim ke Sumatera Selatan, 8,4 ton ke Kalimantan Selatan, dan dua ton ke Lampung.
Selain itu, sebanyak lima ton NaCl dikirim ke Kalimantan Selatan untuk mendukung penyemaian awan. Dukungan armada juga diperkuat dengan pesawat TNI AU C-130 Hercules dari posko Sumatera Selatan dan CN-295 dari posko Kalimantan Selatan.
BMKG memperkirakan potensi pertumbuhan awan meningkat pada Sabtu (24/10). Kondisi ini akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan OMC guna mendukung pembentukan hujan di wilayah sasaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenhut melaporkan hujan terpantau di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, serta Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, dan Lamandau di Kalimantan Tengah. Meski demikian, penanganan karhutla masih terus dilakukan di sejumlah lokasi.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kemenhut hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB, jumlah titik panas atau hotspot nasional berkurang 1.019 titik. Angka tersebut turun 317 titik dibandingkan sehari sebelumnya.
Di tengah pelaksanaan OMC, pemadaman darat dan operasi udara tetap berlangsung. Kemenhut mencatat dukungan 49 armada udara, terdiri atas 32 armada untuk pemadaman melalui water bombing dan 17 armada untuk patroli serta OMC. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!