JK Ingatkan Dunia, Kekuatan Militer Saja Tak Cukup Hadapi Krisis Global
Minggu, 25 Okt 2026, 16:05 WIBJakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi landasan utama dalam menghadapi krisis global, baik yang dipicu oleh konflik bersenjata maupun bencana alam.
Rasa kemanusiaan yang melampaui batas negara, ras, etnis, dan agama itu menjadi modal penting bagi masyarakat dunia untuk mencari solusi bersama, katanya dalam kuliah umumnya di Yale University, New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, pekan ini.
JK menekankan bahwa rasa kemanusiaan yang melampaui batas negara, ras, etnis, dan agama menjadi modal penting bagi masyarakat dunia untuk mencari solusi bersama.
âKemanusiaan harus menjadi paradigma utama kita dalam menghadapi krisis global. Kemanusiaan melampaui batas negara, ras, etnis, agama, dan afiliasi apa pun. Selama rasa kemanusiaan menjadi titik tolak kita, krisis global dapat kita hadapi dan atasi bersama,â kata JK seperti dikutip dari pernyataan persnya di Jakarta, Minggu (25/10).
Di hadapan sekitar 100 peserta kuliah yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Yale, JK menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai krisis yang saling berkaitan. Konflik bersenjata di sejumlah kawasan berlangsung bersamaan dengan ancaman bencana alam dan persoalan kemanusiaan yang dampaknya melintasi batas negara.
Mantan wakil presiden Indonesia itu turut menyoroti perubahan dinamika kekuatan militer dunia. Menurutnya, kepemilikan persenjataan modern tidak selalu menjamin suatu negara dapat mengalahkan lawannya dengan mudah.
Dia menilai bahwa semangat, strategi, dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi turut menentukan kemampuan suatu pihak dalam menghadapi konflik.
JK mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang berlangsung berkepanjangan, kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel, serta ancaman kelompok bersenjata Houthi terhadap negara-negara di kawasan Teluk.
âPerkembangan konflik saat ini menunjukkan bahwa keunggulan persenjataan saja tidak cukup. Semangat, strategi, serta kemampuan menguasai dan mengoperasikan teknologi juga sangat menentukan. Karena itu, ilmu pengetahuan dan kemampuan manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan,â ujarnya.
Berkaca dari pengalaman berbagai konflik, JK menekankan bahwa penyelesaian persoalan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan militer. Melainkan pemahaman terhadap akar masalah, kemampuan berdialog, dan pendekatan kemanusiaan tetap diperlukan untuk membuka jalan menuju perdamaian.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lewat Festival Buah Eksotik, Jepara Pamerkan Potensi Agrobisnis Lokal
-
Berikut Strategi Bulog Jalankan Penugasan Tahun 2026
-
Menaker Yassierli Targetkan Tingkat Kebekerjaan Lulusan Pelatihan Vokasi Capai 70 Persen
-
Pastikan Keselamatan dan Dukungan Pemulihan Berjalan Cepat, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Tinjau Pekerja dan Keluarga Terdampak Banjir di Medan
-
Uchok Sky Khadafi: Sawit, Tambang, atau Kertas Pemicu Banjir dan Longsor Sumatera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.