Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal

26 Minggu, 25 Okt 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aktivitas Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal Aktivitas Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal Doc: Antara
Ket. Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulut.

Manado - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara periode 1-15 Oktober 2026, didominasi gempa vulkanik dangkal.

"Pada periode tersebut juga terekam sebanyak 189 kali gempa embusan, 12 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa terasa pada skala I MMI dan 52 kali gempa tektonik jauh," ujar Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan yang dibagikan dalam grup percakapan BMKG dan Stakeholder, di Manado, Minggu.

Berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati embusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 150 meter di atas kawah.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.

Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan di mana dari data RSAM energi tampak pada 24 Agustus 2026, polanya naik hingga 15 Oktober 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan.

Selanjutnya, potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah serta dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba.

Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon agar mewaspadai terjadinya lahar pada musim hujan atau terjadinya hujan deras di puncak dengan durasi lama.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Oktober 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

ESDM berharap beberapa rekomendasi dipatuhi warga, di antaranya masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Jika terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.