787 Pemanah dari 29 Kabupaten Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan 2026 di Kulon Progo.

Minggu, 25 Okt 2026, 20:45 WIB

Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Paguyuban Jemparingan Yogyakarta menggelar Gladhen Hageng Jemparingan Tingkat Nasional 2026 diikuti 787 pemanah tradisional berasal dari 29 kabupaten/kota di Alun-Alun Wates.

Kegiatan ini untuk melestarikan warisan budaya Keraton Mataram sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM dan sektor pariwisata daerah.

Ket. Foto: Pemanah tradisional mengikuti Gladhen Hageng Jemparingan 2026 di Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (25/10). — Sumber: Antara Foto

​Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Minggu, menyatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan sarana olah batin yang sarat nilai filosofi hidup seperti ketenangan, kesabaran, dan keteguhan hati.

​"Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa jemparingan memiliki daya tarik yang luas serta menjadi sarana mempertemukan masyarakat dalam semangat persaudaraan, sportivitas, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa," kata dia.

​Guna meningkatkan dampak ekonomi, ia mengusulkan perhelatan serupa pada tahun mendatang dikemas dalam format festival akhir pekan agar peserta dapat menikmati destinasi wisata dan kuliner lokal Kulon Progo.

"Kami berharap kegiatan ini melestarikan budaya dan sekaligus membangkitkan kuliner lokal," katanya.

​Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Sutarman menjelaskan penyelenggaraan tahun ini mencatatkan efisiensi baru dengan penerapan digitalisasi penilaian (real-time scoring system).

Ajang panah tradisional tahunan ini diikuti oleh pemanah berusia anak-anak hingga dewasa yang mewakili 121 komunitas jemparingan berasal dari enam provinsi di Indonesia serta seorang peserta internasional berasal dari Puerto Rico.

​"Inovasi ini membuat perhitungan poin menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau langsung oleh peserta secara real-time melalui telepon seluler masing-masing," katanya.

​Dalam kompetisi tersebut, kategori Dewasa Putra dimenangkan oleh Rio Trianto (Alap-Alap Selarong), sedangkan kategori Dewasa Putri diraih Kus Haryana Tohata (Hanacar).

​Pada kategori usia muda, Alif Aska Adi Putra (Jemparingan Wirotomo) menjuarai kategori Anak Putra, sedangkan Kanaya Faiqa Hakeem (Kasturi) meraih posisi terbaik pada kategori Anak Putri. Kategori busur khas Gagrak Mataram dimenangkan oleh Mulyana (Rospring).

​Tokoh penggiat jemparingan berasal dari Yogyakarta Widyo Rustandoko mengapresiasi kerapian manajemen waktu panitia yang memudahkan peserta luar daerah dalam mengatur jadwal kepulangan.

​Salah satu peserta cilik berasal dari Bantul, Astra Binawa (13), berharap penyelenggara meningkatkan keberadaan juri di area papan sasaran guna memperlancar proses verifikasi penancapan anak panah pada edisi mendatang.

  • Gladhen Hageng Jemparingan 2026

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.