Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

50% Subsidi LPG 3 Kg Salah Sasaran, BAKN DPR Desak Integrasi DTSEN

25 Minggu, 25 Okt 2026, 18:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
50% Subsidi LPG 3 Kg Salah Sasaran, BAKN DPR Desak Integrasi DTSEN 50% Subsidi LPG 3 Kg Salah Sasaran, BAKN DPR Desak Integrasi DTSEN Doc: Antara
Ket. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menemukan 50 persen subsidi LPG 3 Kg tidak tepat sasaran. Hanya setengah dari total 8,1 juta ton LPG bersubsidi yang dinikmati masyarakat miskin, sisanya justru mengalir ke kelompok mampu

JAKARTA- Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menemukan 50 persen subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilo gram (Kg) tidak tepat sasaran. Hanya setengah dari total 8,1 juta ton LPG bersubsidi yang dinikmati masyarakat miskin, sisanya justru mengalir ke kelompok mampu.

Wakil Ketua BAKN DPR RI Herman Khaeron mengungkapkan fakta tersebut usai kunjungan kerja spesifik BAKN dalam rangka uji petik Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama BPS dan PT Pertamina Patra Niaga di Kantor PT PLN UP3 Bogor, Kamis (13/8/2026).

"Kalau melihat pembagian desil yang ada pada DTSEN, kelompok yang benar-benar berhak menerima yaitu desil 1 sampai 5 hanya menyerap sekitar 50 persen saja. Sementara 50 persen sisanya terbagi di desil 6 sampai 10 yang tergolong masyarakat berkemampuan, bahkan ada 5 persen data yang tidak masuk dalam desil," ungkap Herman.

Menurutnya, dari total penyaluran 8,1 juta ton LPG, porsi komersial hanya 4 persen, sedangkan 96 persen adalah LPG bersubsidi. Kondisi ini menunjukkan lemahnya tata kelola dan pendataan.

Herman pun mendorong revitalisasi tata kelola subsidi LPG 3 Kg melalui integrasi DTSEN.

"Perlu adanya revitalisasi terhadap tata kelola subsidi gas ini. Dengan adanya MAP, sistem pendataan terhadap yang berhak menerima pada akhirnya juga tidak berfungsi," ujarnya.

Ia menilai momentum penyaluran LPG 3 Kg melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan rencana program elektrifikasi harus dimanfaatkan untuk mengintegrasikan seluruh bantuan pemerintah dalam satu sistem data yang akuntabel.

Langkah ini penting agar APBN bisa dihemat dan dialihkan ke sektor yang lebih produktif.

"Ini penting agar ke depan APBN bisa kita hemat dan dialokasikan ke sektor yang lebih produktif, seperti membantu UMKM naik kelas dan memperkuat usaha mikro. Ini akan memberikan efek domino yang lebih besar terhadap perekonomian nasional," pungkas Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Madura United Mulai Pasang Target 3 Poin Lawan Persebaya

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Madura United Mulai Pasang ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.