UNDP Desak Percepatan Investasi Hijau

Sabtu, 24 Okt 2026, 18:50 WIB

ISTANBUL — Pejabat Program Pembangunan PBB (UNDP), Nick Rene Hartmann, mendesak percepatan investasi hijau menjelang konferensi iklim COP31. Ia menilai dunia perlu mempercepat upaya mengubah modal dan teknologi yang tersedia menjadi investasi ramah lingkungan.

Hartmann menyambut fokus Turki untuk menjadikan COP31 sebagai konferensi yang menekankan implementasi aksi iklim. Hal tersebut dilansir dari laporan mengenai Investment Summit Towards COP31 di Istanbul, Turki.

Ket. Foto: Pejabat Program Pembangunan PBB (UNDP), Nick Rene Hartmann — Sumber: X - UNDP MK

Menurut Hartmann tantangan utama saat ini adalah menghubungkan sumber daya keuangan dengan proyek iklim dan pembangunan yang layak. Ia memperkirakan nilai sistem keuangan global mencapai 305 triliun dollar AS (Rp5.518 kuadriliun), dilansir dari Anadolu, Sabtu (24/10).

Sementara itu, negara berkembang membutuhkan tambahan pembiayaan sebesar 4,3 triliun dollar AS (Rp77,8 kuadriliun) setiap tahun. Tambahan biaya tersebut diperkukan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,4 persen dari total nilai sistem keuangan global. Namun, tingginya biaya pembiayaan masih menjadi hambatan bagi pengembangan proyek energi bersih di negara berkembang.

Hartmann mengatakan biaya pembiayaan proyek tersebut dapat mencapai tujuh kali lipat dibandingkan dengan negara maju. Padahal, biaya teknologi energi bersih terus menurun.

Sejak 2010, biaya energi surya turun sebesar 90 persen, sedangkan biaya penyimpanan baterai menurun sebesar 93 persen. Hartmann menekankan pentingnya regulasi yang efektif, infrastruktur yang andal, dan mekanisme pembagian risiko untuk mendorong investasi.

Ia berharap COP31 dapat mempercepat penerjemahan komitmen iklim menjadi proyek nyata. Salah satu inisiatif yang akan diperkenalkan adalah Climate Bridge, yang bertujuan mengubah komitmen iklim menjadi peluang investasi yang dapat direalisasikan.

Proyek percontohan awal Climate Bridge direncanakan berlangsung di Ethiopia, Fiji, Indonesia, Pakistan, dan Uzbekistan. Inisiatif ini akan menggabungkan pembiayaan lunak, hibah, jaminan, instrumen pembagian risiko, dan modal swasta untuk mendukung pelaksanaan proyek. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.