Telkom Bekali 537 Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo dengan Literasi Digital
Sabtu, 24 Okt 2026, 18:25 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Telkom
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperluas dukungan terhadap pendidikan inklusif melalui program Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026 di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 22–23 Oktober 2026. Bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI, kegiatan ini menjangkau 537 siswa dan 59 guru melalui pelatihan tenaga pendidik, pembelajaran interaktif, sesi inspirasi, serta penyaluran bantuan pendidikan.
Program yang dijalankan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dirancang untuk membantu sekolah memanfaatkan teknologi dalam proses belajar-mengajar. Selain memperkenalkan keterampilan digital, kegiatan ini juga mendorong pengembangan potensi siswa dan peningkatan kemampuan guru agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan pendidikan berperan penting dalam membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita. Menurutnya, transformasi digital di bidang pendidikan perlu disertai penguatan kapasitas tenaga pendidik dan pendampingan siswa agar manfaat teknologi dapat dirasakan lebih merata.
"Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya. Telkom berkomitmen untuk mendukung pendidikan bukan dari sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga ikut membuka jalan agar para guru dapat mengajar dengan lebih nyaman dan anak-anak memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenali potensi dirinya. Kami berharap apa yang dilakukan melalui Connect.in-Spirasi dan upaya kami dalam menghadirkan ekosistem pendidikan digital dapat menjadi bagian dari perjalanan adik-adik di Sekolah Rakyat untuk berani bermimpi, terus belajar, dan mempersiapkan diri membangun masa depan Indonesia," ujar Nanang.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 22 Oktober melalui Training of Trainers (ToT) yang diikuti 59 guru Sekolah Rakyat. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan platform pembelajaran digital PIJAR serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 23 Oktober, program Telkom Mengajar melibatkan karyawan TelkomGroup sebagai sukarelawan pendidikan yang berbagi pengetahuan kepada 537 siswa. Siswa tingkat SD hingga SMP memperoleh materi sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM, sedangkan siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness untuk meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan ruang digital secara bijak.
Pembelajaran interaktif tersebut diharapkan dapat mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan pemahaman siswa terhadap perkembangan teknologi. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, para siswa juga diajak mengenali peluang serta tantangan yang muncul di tengah perkembangan dunia digital.
Selain kegiatan belajar-mengajar, TelkomGroup menghadirkan sesi Telkom Peduli yang menghadirkan tokoh dari berbagai bidang, termasuk perwakilan Kementerian Sosial RI, BP Danantara, Jamdatun RI, serta praktisi dan pimpinan perusahaan. Sesi inspirasi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh perspektif baru mengenai masa depan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengejar cita-cita.
Dukungan lainnya diberikan melalui penyaluran buku bacaan untuk perpustakaan, paket alat sekolah, perangkat penyimpanan data berupa hard disk dan flash disk untuk guru, serta voucher Telkomsel. TelkomGroup juga menyediakan paket pembelajaran STEM, akses platform PIJAR, dan konektivitas internet Indibiz untuk mendukung ekosistem pendidikan digital.
Program tersebut turut menghadirkan goodie bag ramah lingkungan yang dibuat dari material hasil pengolahan kembali melalui program TESA Dropbox. Bahan bakunya dikumpulkan dari lebih dari 21 titik kantor Telkom di berbagai wilayah Indonesia sebelum diproses melalui metode upcycling, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kembali material kepada lingkungan sekolah.
Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Robben Rico, mengapresiasi kolaborasi Telkom dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat. Sinergi pemerintah dan badan usaha milik negara dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan berkualitas serta membuka kesempatan bagi siswa mengembangkan potensi dan keterampilan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains, teknologi, dan transformasi digital. Melalui pelatihan guru, kegiatan mengajar, dan bantuan pendidikan, Telkom berharap dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif serta membantu siswa Sekolah Rakyat mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!