Baru 9 Bulan Sudah Hampir Lunas, Bahlil Naikkan Target PNBP ESDM Jadi Rp165 Triliun

Sabtu, 24 Okt 2026, 09:02 WIB

JAKARTA- Setoran sektor energi ke negara terus meningkat. Baru berjalan sembilan bulan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah hampir capai target setahun.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun langsung tancap gas. Ia mematok target baru yang jauh lebih nendang 165 triliun rupiah.

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM tahun 2026 tembus Rp165 triliun — Sumber: esdm.go.id

"Saya menargetkan PNBP kita, dari target Rp137 triliun, harus bisa mencapai Rp165 triliun," tegas Bahlil di Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Jumat (23/10).

Angka itu Rp29 triliun di atas target APBN 2026 yang hanya Rp136,18 triliun. Per September 2026, PNBP sudah terkumpul Rp127,71 triliun atau 93,78% dari target. Padahal tahun anggaran masih sisa tiga bulan.

Capaian ini melanjutkan tren tahun lalu. Pada 2025, PNBP ESDM tembus Rp138,4 triliun atau 108,56% dari target Rp127,49 triliun.

Yang bikin nendang, penerimaan tetap moncer meski produksi batu bara justru direm. Pemerintah sengaja tidak obral volume seperti 2025 yang jebol di atas 800 juta ton. Fokusnya nilai tambah. Hasilnya, PNBP batu bara per September sudah 92,02% dari target.

Sektor migas juga pecah rekor. Lifting minyak 2025 tembus 605,9 ribu barel per hari, lampaui target untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Tren penurunan 10 tahun berhasil dibalik.

Di hilir, 5 dari 14 smelter terintegrasi sudah jadi dengan investasi 7,8 miliar dolar AS. Bahlil mau lanjut sampai ke pabrik prekursor, katoda, hingga baterai. Nikel Indonesia harus jadi jantung industri hijau dunia, tapi dengan syarat: patuh DMO, reklamasi, dan keselamatan kerja.

Investasi ESDM 2025 secara keseluruhan tembus 31,97 miliar dolar AS. "Capaian ini adalah fondasi, bukan garis akhir," ujar Bahlil.

Ia pun sentil jajarannya agar tidak hanya jago bikin konsep di atas kertas. "Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," katanya.

Di usia ke-81, Bahlil ingin sektor ESDM tidak hanya jaga pasokan energi, tapi jadi lumbung uang negara untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.