Anggota DPD Ajak Gereja Data Anak Papua yang Terancam Putus Sekolah
Sabtu, 24 Okt 2026, 15:07 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Tomi Warpur
MANOKWARI --Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengajak gereja mendata anak-anak asli Papua yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan biaya sebagai dasar pemberian bantuan pendidikan melalui pelayanan diakonia.
Filep di Manokwari, Papua Barat, Sabtu, menyatakan, pelayanan gereja tidak hanya terbatas pada bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi turut berkontribusi mendukung pemerintah daerah untuk memperbaiki mutu dan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
“Pendataan juga menyasar anak yatim piatu serta generasi muda dengan kemampuan akademik yang baik tetapi kesulitan biaya pendidikan. Kalau kita bantu satu anak sekolah, kita sedang menyiapkan masa depan satu keluarga,” kata Filepnya.
Menurut dia, kedekatan gereja dengan kehidupan masyarakat memungkinkan lembaga keagamaan mengenali kebutuhan keluarga, sekaligus menjangkau anak-anak yang memerlukan dukungan pembiayaan sekolah maupun perguruan tinggi.
Hal itu sejalan dengan implementasi tanggung jawab moral dan sosial yang juga merupakan bagian dari pelayanan gereja, selain pembinaan terhadap kehidupan spiritual bagi seluruh jemaat di wilayah Papua Barat.
“Pelayanan diakonia harus mampu menjawab persoalan pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Filep menilai pembangunan sarana ibadah gereja perlu diimbangi dengan perhatian terhadap masa depan setiap jemaat, terutama keluarga miskin yang belum mampu memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak.
Pembangunan Papua harus mengutamakan kualitas hidup masyarakat melalui perluasan akses pendidikan, kesehatan dan layanan publik di daerah pedalaman serta wilayah konflik, sekaligus melibatkan lembaga keagamaan dalam mengatasi persoalan sosial.
“Jangan sampai kita memiliki gedung gereja yang megah, tetapi anak-anak kita tidak mampu bersekolah dan melanjutkan pendidikan karena kondisi kemiskinan,” katanya.
Selain persoalan pendidikan, Filep kemudian menyoroti penyalahgunaan narkoba, kebiasaan merokok di kalangan pelajar, serta risiko penularan HIV/AIDS yang pencegahannya membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat.
Persoalan tersebut diharapkan menjadi perhatian pada sidang jemaat ke-34 Petrus Amban agar menghasilkan program pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, kesehatan, dan perlindungan generasi muda yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Sebagai orang tua, kita wajib memberikan pengawasan bagi anak-anak. Wariskan pendidikan, pengetahuan, karakter, dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Filep menyerahkan bantuan berupa pakaian, tas, buku catatan, buku agenda, dan bolpoin kepada panitia sidang jemaat ke-34 untuk mendukung pelayanan gereja serta persiapan pelaksanaan sidang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!