Pedasnya Harga Cabai Bikin Menjerit, Bapanas Siapkan Jurus Distribusi Jalur Laut
Jumat, 23 Okt 2026, 01:20 WIBJAKARTA -Â Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pasokan cabai nasional mencukupi hingga perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui penguatan fasilitas distribusi antardaerah.Â
Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto mengatakan ketersediaan cabai tidak menjadi persoalan menjelang momentum akhir tahun, namun pemerintah terus menjaga kelancaran distribusi terutama pengiriman dari daerah sentra produksi menuju wilayah konsumen
"Yang perlu dijaga saat ini adalah kelancaran distribusi, terutama pengiriman lewat jalur laut," kata Ito di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana keterangannya yang terkonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/10).
Ito menjelaskan pengiriman cabai ke daerah yang harus melewati laut kerap tersendat di jalan. Kondisi itu dapat menurunkan pasokan di daerah tujuan dan akhirnya mendorong harga naik.
"Kalau untuk cabai sendiri cukup, tinggal kita lihat saja sisi distribusinya," ujarnya.
Untuk menjaga harga, Bapanas memantau perkembangannya lewat rapat inflasi yang digelar setiap Senin. Ito menyebut cabai dan beras sebagai dua komoditas yang biasanya naik jelang akhir tahun.
"Di rapat-rapat inflasi setiap Senin, kita sampaikan, kita jaga harga-harga ini supaya tidak menjadi bagian dari inflasi," ucapnya.
Untuk mengatasi persoalan distribusi, Bapanas menyediakan fasilitasi distribusi pangan (FDP). Program itu membantu memobilisasi pasokan dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan, sehingga beban biaya distribusi berkurang dan cabai bisa sampai ke konsumen dengan harga lebih terjangkau.
Bapanas menaruh perhatian serius pada perkembangan harga cabai. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Senin (19/10), menunjukkan hampir 90 persen kabupaten/kota masih mengalami kenaikan harga cabai.
"Realisasi anggaran FDP saat ini sekitar 69,5 persen. Dengan demikian, masih ada sekitar 30,5 persen anggaran yang tersedia untuk daerah yang mengalami kenaikan harga ekstrem," katanya.
Selain cabai, Ito memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat selama Natal dan Tahun Baru. Bapanas telah berkoordinasi dengan Perum Bulog agar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan tersedia setiap bulan.
"Insya Allah tidak usah khawatir dari masyarakat, setiap bulannya akan ada beras di masyarakat, termasuk di bulan Desember," kata Ito.
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Kamis, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah mencapai Rp110.950 per kilogram (kg).
Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp75.000 per kg, cabai merah keriting Rp89.100 per kg, dan cabai rawit hijau Rp89.700 per kg.
- harga cabai
- bapanas
- ito hediarto
- stok cabai nataru
- pasokan pangan
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Konflik Ukraina Belum Usai, Sekjen PBB Disebut Akan Lakukan Ini
-
Atlet Disabilitas Intelektual DIY Bidik Prestasi di PESONAS 2026
-
Bukan Cuma Balapan! Pertamina Grand Prix Bawa Misi Besar untuk Wisata Lombok
-
Kenapa 20 Ton Obat di Natuna Ini Harus Dimusnahkan? Kemenkes Siapkan Dana Rp1,5 Miliar
-
Wamen Ekraf: Lindungi Aset Digital demi Jaga Masa Depan Bisnis Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.