- Home
-
- Luar Negeri
-
- Yunani Diguncang Demo Besa...
Yunani Diguncang Demo Besar Protes Kenaikan Biaya Hidup
Kamis, 22 Okt 2026, 17:08 WIBISTANBUL - Ribuan pelajar, guru, orang tua, dan pekerja berunjuk rasa di seluruh Yunani, Rabu (21/10), menuntut peningkatan pendanaan pendidikan publik serta langkah untuk menekan kenaikan biaya hidup dan pendidikan, menurut laporan lembaga penyiaran publik ERT.
Menurut ERT, sekitar 10.000 orang mengikuti aksi unjuk rasa di Athena, sementara diperkirakan 2.000 hingga 2.500 orang berdemonstrasi di Thessaloniki, dan lebih dari 3.000 orang turun ke jalan di Patras.
Aksi serupa juga digelar di Larissa dan sejumlah kota lainnya.
Para pengunjuk rasa menuntut agar ribuan lowongan posisi pengajar segera diisi, guru pengganti diangkat menjadi pegawai tetap, jumlah siswa per kelas dikurangi, serta gedung-gedung sekolah dibuat lebih aman.
Mahasiswa menuntut penurunan harga sewa tempat tinggal, peningkatan tunjangan perumahan, penambahan kapasitas asrama mahasiswa, serta pencabutan undang-undang yang mengatur tentang pengeluaran mahasiswa dari perguruan tinggi.
Guru sekolah dasar melakukan pemogokan selama 24 jam, sementara guru sekolah menengah melakukan aksi penghentian kerja selama tiga jam.
Para pekerja sektor publik dan berbagai serikat pekerja lainnya turut bergabung dalam demonstrasi tersebut.
Di Athena, para pengunjuk rasa berkumpul di Propylaea sebelum berpawai menuju Alun-Alun Syntagma dan kembali ke titik awal mereka.
Pawai utama berakhir dengan damai sesaat sebelum pukul 14.00 waktu setempat, lapor ERT.
Namun, sempat terjadi kericuhan di kawasan Omonia yang tidak jauh dari lokasi tersebut, termasuk aksi pelemparan batu dan perusakan skuter listrik.
Polisi menggunakan granat kejut, sementara dilaporkan pula adanya pelemparan bom molotov.
Menurut laporan tersebut, polisi menahan 21 orang dalam pemeriksaan preventif di Athena, di mana lebih dari 3.000 petugas dikerahkan di berbagai titik pusat kota, termasuk di kawasan pertokoan.
Di Thessaloniki, polisi membawa 10 orang untuk dimintai keterangan. Aksi di kota tersebut berakhir tanpa insiden lebih lanjut, meski ada beberapa peserta yang sempat menyalakan suar di depan Konsulat AS. Ant
Berita Terkait:
-
65 RS di Jabar Bersatu, Warga Tetap Bisa Akses Layanan Medis Darurat
-
DPR Usul Denda Korporasi Karhutla Dipakai untuk Pulihkan Lingkungan
-
Masyarakat Adat Doakan Keselamatan Indonesia dari Lereng Gunung Slamet
-
BPBL Batam Perluas Edukasi Pembudidaya Guna Dorong Produksi Lobster
-
Provinsi DKI Terus Perkuat Edukasi dan Dukungan bagi Ibu Menyusui
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.