Thunder Redam Kebangkitan Spurs, Menang dalam Duel Ulangan Final Wilayah Barat NBA

Kamis, 22 Okt 2026, 00:07 WIB

SAN ANTONIO — Oklahoma City Thunder mengawali musim NBA dengan kemenangan meyakinkan atas San Antonio Spurs. Bertandang ke markas Spurs, Thunder menang 116-104 dalam duel dua tim terbaik Wilayah Barat musim lalu, Rabu (21/10), sekaligus mengulang persaingan sengit yang pernah terjadi pada final Wilayah Barat.

Shai Gilgeous-Alexander menjadi motor kemenangan Thunder dengan torehan 32 poin. Oklahoma City tampil dominan pada paruh pertama dan sempat unggul hingga 26 poin sebelum Spurs bangkit dan memperkecil jarak. Namun, Thunder mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Ket. Foto: Pemain Oklahoma City Thunder dan San Antonio Spurs berebut bola dalam laga NBA, Rabu (21/10). — Sumber: NBA

Thunder membangun fondasi kemenangan melalui akurasi tembakan jarak jauh. Mereka mencetak 10 dari 14 percobaan tembakan tiga angka pada paruh pertama dan menutup dua kuarter awal dengan keunggulan 65-44.

Jared McCain turut berperan besar dengan sumbangan 20 poin, termasuk enam tembakan tiga angka yang menyamai rekor terbaik dalam kariernya. Chet Holmgren menambahkan 14 poin, sedangkan Jalen Williams menyumbang 12 poin.

Di kubu Spurs, Stephon Castle menjadi pencetak angka terbanyak dengan 24 poin. Dylan Harper menyusul dengan 18 poin, De'Aaron Fox mencetak 14 poin, sementara Victor Wembanyama membukukan 12 poin, 13 rebound, dan enam blok. Keldon Johnson menambahkan 10 poin.

Meski mencatatkan double-double, Wembanyama mengalami malam yang sulit dalam urusan mencetak angka. Bintang asal Prancis itu hanya memasukkan satu dari 13 percobaan tembakan lapangan. Satu-satunya tembakan suksesnya berupa dunk setelah menerima umpan lob pada akhir kuarter ketiga.

Oklahoma City langsung menunjukkan ketajamannya pada kuarter pertama. Thunder memasukkan lima dari enam percobaan tembakan tiga angka dan mencatatkan akurasi tembakan lapangan 59,1 persen untuk memimpin 34-28 setelah 12 menit.

Pertandingan semakin panas pada kuarter kedua ketika Fox menjatuhkan Holmgren ke lantai saat keduanya berebut posisi di area pertahanan Spurs. Wembanyama dan Jaylin Williams termasuk di antara pemain yang terlibat dalam ketegangan setelah insiden tersebut.

Wasit memberikan pelanggaran flagrant-1 kepada Fox, sementara empat pemain menerima pelanggaran teknis.

Insiden itu justru memicu respons positif Thunder. Oklahoma City melesat dengan laju sembilan poin tanpa balas untuk memperlebar keunggulan menjadi 46-30 saat kuarter kedua menyisakan 8 menit 9 detik.

Thunder kemudian sempat memimpin hingga 26 poin sebelum menutup paruh pertama dengan keunggulan 65-44. Gilgeous-Alexander mencetak 16 poin pada dua kuarter awal, diikuti McCain dengan 11 poin dan Holmgren dengan 10 poin.

Sebaliknya, Spurs kesulitan menemukan ritme serangan. Mereka hanya mencatatkan akurasi tembakan lapangan 29,2 persen pada paruh pertama. Wembanyama dan Julian Champagnie masing-masing mengemas delapan poin, tetapi seluruh angka Wembanyama sebelum jeda berasal dari lemparan bebas setelah gagal dalam tujuh percobaan tembakan lapangan.

San Antonio meningkatkan intensitas permainan selepas jeda. Castle menjadi salah satu penggerak kebangkitan tuan rumah dan memangkas ketertinggalan menjadi tujuh poin, 74-67, melalui layup pada pertengahan kuarter ketiga.

Namun, Thunder tidak membiarkan momentum beralih sepenuhnya. Mereka merespons tekanan Spurs dan kembali menjauh untuk menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 93-80.

Spurs kembali mendekat pada kuarter keempat. Tembakan tiga angka Castle ketika pertandingan tersisa 4 menit 18 detik membuat jarak kembali menjadi tujuh poin.

Meski demikian, Oklahoma City mampu mengeksekusi sejumlah permainan penting pada menit-menit akhir untuk mempertahankan keunggulan. Thunder akhirnya memastikan kemenangan 116-104 sekaligus mengawali musim dengan hasil positif atas salah satu pesaing utama mereka di Wilayah Barat.

Kemenangan ini menunjukkan ketangguhan Thunder dalam menghadapi tekanan, terutama setelah Spurs dua kali memangkas selisih angka menjadi tujuh poin. Bagi San Antonio, pekerjaan rumah terbesar adalah memperbaiki akurasi tembakan, khususnya dari Wembanyama, jika ingin bersaing dengan tim-tim papan atas Wilayah Barat sepanjang musim.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.