Pembeli Saham dan ETF AS Tertokenisasi di Pintu Melonjak 68 Persen
Kamis, 22 Okt 2026, 21:58 WIBJAKARTA â Minat investor terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) tertokenisasi meningkat sepanjang kuartal III-2026. PT Pintu Kemana Saja (Pintu), platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat jumlah pengguna yang membeli aset tersebut tumbuh 68 persen dibandingkan kuartal II-2026.
Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan jumlah trader aktif sebesar 64 persen, jumlah transaksi 55 persen, dan volume perdagangan 51 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Data tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas pengguna Pintu dalam memperdagangkan instrumen investasi global berbasis token.
Presiden Direktur Pintu Andy Putra mengatakan, sejumlah saham perusahaan teknologi AS mencatatkan pertumbuhan jumlah pembeli yang signifikan. Nvidia (NVDAX) mengalami kenaikan 224 persen, Apple (AAPLX) tumbuh 212 persen, Alphabet (GOOGLX) meningkat 131 persen, dan Robinhood (HOODX) naik 118 persen selama kuartal III-2026.
Dari sisi volume perdagangan, aset tertokenisasi Meta (METAX) mencatatkan kenaikan lebih dari 230 persen. Menurut Andy, perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya minat pengguna untuk mengikuti pergerakan perusahaan teknologi global sekaligus memperluas pilihan aset dalam portofolio investasi mereka.
Peningkatan minat juga terlihat pada instrumen di luar saham teknologi. Pintu mencatat jumlah pembeli SPDR Gold ETF naik lebih dari 170 persen selama kuartal III-2026. Andy menilai perkembangan ini menunjukkan bahwa pengguna mulai memanfaatkan aset tertokenisasi untuk mendiversifikasi portofolio, termasuk melalui instrumen yang memberikan eksposur terhadap harga emas.
âPertumbuhan ini menandakan pengguna platform Pintu semakin aktif mengikuti perkembangan perusahaan teknologi global dan memperluas pilihan aset untuk membangun portofolionya,â ujar Andy melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (22/10).
Sejak memperkenalkan aset tertokenisasi pada 2025, Pintu terus menambah pilihan instrumen yang dapat diakses penggunanya. Per Oktober 2026, platform tersebut menyediakan lebih dari 100 aset tertokenisasi yang mencakup saham AS, ETF, dan berbagai komoditas. Sejumlah aset dapat diperdagangkan mulai dari Rp11.000.
Pintu juga menambahkan 10 aset tertokenisasi yang diterbitkan oleh Ondo, terdiri atas sembilan ETF dan saham Micron (MUon). Penambahan tersebut memperluas pilihan eksposur investasi ke sejumlah pasar Asia, komoditas, dan instrumen pendapatan tetap.
Instrumen baru yang tersedia mencakup ETF pasar Jepang, Korea Selatan, dan India, serta ETF yang terkait dengan komoditas dan surat utang pemerintah AS jangka pendek atau US Treasury bills dengan tenor nol hingga tiga bulan. Untuk aset-aset baru tersebut, transaksi dapat dimulai dari Rp65.000. Saham Micron tertokenisasi tersedia untuk diperdagangkan selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, sedangkan sembilan ETF lainnya dapat diperdagangkan selama 24 jam sehari, lima hari seminggu.
Andy menjelaskan, saham dan ETF tertokenisasi merupakan representasi digital yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset dasarnya. Melalui Pintu, pengguna dapat membeli aset dalam pecahan kecil atau fractional menggunakan rupiah tanpa harus membuka rekening pada perusahaan efek di luar negeri.
Waktu perdagangan yang lebih panjang dibandingkan jam bursa reguler AS juga dinilai memberikan keleluasaan bagi investor Indonesia yang berada di zona waktu berbeda. Pintu turut menyoroti tarif pajak final sebesar 0,21 persen sebagai salah satu aspek biaya yang perlu diperhatikan pengguna dalam bertransaksi.
Meski menawarkan akses terhadap aset global dengan modal relatif kecil, aset tertokenisasi tetap memiliki karakteristik yang perlu dipahami investor. Representasi digital atas suatu aset tidak dengan sendirinya menghilangkan risiko perubahan harga maupun risiko lain yang berkaitan dengan penerbit, platform, dan mekanisme produk.
Secara global, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi blockchain untuk merepresentasikan instrumen keuangan. Data platform analitik RWA.xyz mencatat kapitalisasi pasar aset dunia nyata tertokenisasi mencapai US$39,26 miliar per 20 Oktober 2026, setara sekitar Rp708,64 triliun berdasarkan angka yang disampaikan Pintu.
Andy menilai tokenisasi berpotensi memperluas akses investor ritel terhadap instrumen yang sebelumnya relatif sulit dijangkau. Namun, ia mengingatkan investor agar tidak hanya mempertimbangkan kemudahan akses dan besarnya peluang pasar ketika mengambil keputusan investasi.
âSetiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Oleh karena itu, investor perlu melakukan riset secara menyeluruh, memahami profil risiko masing-masing, serta mempertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan, agar dapat berinvestasi secara bijak,â kata Andy.
- Apple
- Nvidia
- investasi kripto
- Pintu
- Blockchain
- Investasi Global
- Aset Digital
- ETF
- investor ritel
- Tokenisasi Aset
- Saham Tertokenisasi
- Ondo
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Antisipasi Banjir Hingga Kebakaran, DPRD DKI Usul Pembentukan Satgas Mitigasi Bencana
-
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo karena Alasan Ini
-
BPKN Ingatkan Platform Belanja Online Jelang Harbolnas 10.10, Konsumen Wajib Tahu Total Harga.
-
Bukan Sekadar Timbang Balita, Pemkab Bangka Tengah Perkuat Peran Kader Posyandu
-
Jakarta Siapkan Dana Cadangan Daerah Rp5,6 Triliun
-
Keajaiban di Tengah Bencana Nepal, 2 Pekerja PLTA Selamat Setelah 9 Hari Terjebak
-
Warga Harus Diutamakan Mendapat Manfaat dari Pengembangan Wisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.